KPK Kembali Perpanjang Penahanan Romy

KPK Kembali Perpanjang Penahanan Romy
Mantan ketua umum PPP Romahurmuziy (Rommy)tersangka dugaan suap. ( Foto: Beritasatu TV )
Fana Suparman / YUD Rabu, 24 Juli 2019 | 18:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuzy alias Romy dipastikan bakal mendekam lebih lama di Rutan Gedung KPK. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memutuskan memperpanjang masa penahanan tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian (Kemag) tersebut.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bahwa masa penahanan Romy diperpanjang selama 30 hari terhitung sejak 25 Juli 2019. Dengan demikian, anggota Komisi XI DPR itu setidaknya bakal mendekam di sel tahanan KPK hingga 23 Agustus 2019.
"Terhadap RMY (Romahurmuzy), Anggota DPR-RI dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari ke depan mulai tanggal 25 Juli sampai dengan 23 Agustus 2019," kata Febri.

Diberitakan, KPK menetapkan Romy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag. Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Romy dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara Romy dan pihak-pihak tertentu termasuk pejabat Kemag untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romy. Pada Jumat (15/3) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romy untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.

Selain jual beli jabatan terkait posisi Kepala Kantor Kementerian Agama, beberapa waktu terakhir ini KPK juga sedang mengusut peran Romy dalam seleksi jabatan rektor di perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Hal ini ditandai dengan pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap sejumlah rektor IAIN dan UIN. 

 



Sumber: Suara Pembaruan