Edarkan Benih Padi IF8, Petani di Aceh Ditahan

Edarkan Benih Padi IF8, Petani di Aceh Ditahan
Tengku Mirawan diduga mengembangkan dan mengedarkan secara komersil benih padi jenis IF8 yang belum bersertifikasi resmi.
Ahmad Salman / AIS Kamis, 25 Juli 2019 | 21:11 WIB

Aceh Utara, Beritasatu.com - Seorang petani yang juga Kepala Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara ditahan. Tengku Mirawan diduga mengembangkan dan mengedarkan secara komersil benih padi jenis IF8 yang belum bersertifikasi resmi.

Mirawan dijebloskan ke sel tahanan Polda Aceh, Kamis (25/7/2019), setelah dilaporkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Mirawan dan barang bukti dibawa ke Polda Aceh untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus yang dialaminya.

Sang dokter ditahan sejak 23 Juli 2019 dengan kasus dugaan tindak pidana memproduksi dan mengedarkan secara komersil benih padi IF8 yang belum bersertifikasi.

Mirawan dijerat Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dengan ancaman 5 tahun penjara. Padahal benih padi tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Aceh untuk program permberdayaan petani lokal.

Namun benih itu Mirawan kembangkan dengan baik hingga hasil panennya bisa bertambah. Seketaris Forum Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Aceh Al Fadhir mengaku sangat kecewa dengan aduan yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Al Fadhir menilai Dinas Perkebunan seharus melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada para petani, bukan malah memidanakan Mirawan.

Lihat video: 



Sumber: BeritaSatu TV