Baru Kerja Awal Agustus, Tim Novel Jadi 90 Orang

Baru Kerja Awal Agustus, Tim Novel Jadi 90 Orang
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / CAH Selasa, 30 Juli 2019 | 15:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri mengatakan tim teknis yang bekerja mengusut penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan bertambah lagi. Tim yang awalnya 50 orang penyidik dan baru akan bekerja pada Agustus nanti itu jadi 90 orang.

“Tim teknis tetap fokus dalam upaya penegakan hukum sesuai dengan fakta hukum yang ditemukan. Pada 1 Agustus akan disiapkan. Yang jelas sudah disiapkan personel yang libatkan tim teknis yang memiliki kompetensi terbaik. Lebih dari 50 orang bahkan sampai 90 orang,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Selasa (30/7/2019).

Saat disinggung apakah waktu 3 bulan cukup saat tim baru bekerja mulai Agustus, ”Insya Allah. Mohon doanya dan masyarakat untuk mendukung tim agar hasilnya maksimal.”

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 silam. Kedua matanya rusak parah. Novel pun berobat di Singapura dan cacat hingga kini.

Pelaku penyerangan dalam kasus ini belum ditangkap. Tim pencari fakta berteori jika Novel diserang karena enam kasus yang ditanganinya. Novel menambahkan jika bisa jadi dia serang terkait kasus buku merah.

Buku merah merujuk pada buku tabungan berisi transaksi keuangan CV Sumber Laut Perkasa milik Basuki Hariman. Buku itu menjadi salah satu bukti dalam kasus korupsi yang menjerat pengusaha daging dan anak buahnya Ng Fenny dalam kasus suap ke hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar.

Dua penyidik KPK Roland dan Harun belakangan dipulangkan ke Polri karena diduga telah merobek 15 lembar catatan transaksi dalam buku bank tersebut.

Mereka juga membubuhkan tip ex untuk menghapus sejumlah nama penerima uang dari perusahaan Basuki. Pasalnya sejumlah aliran dana itu diduga mengalir ke petinggi kepolisian RI meski telah berulangkali dibantah.



Sumber: BeritaSatu.com