Dilecehkan, Korban Pinjaman Online Melapor ke Polisi

Dilecehkan, Korban Pinjaman Online Melapor ke Polisi
Korban pinjaman online yang viral di medsos, YI, akhirnya melapor ke Satuan Rekrim Polres Kota Surakarta. YI didampingi oleh dua pengacaranya dari LBH Solo Raya, I Gede Sukadenawa Putra dan Made Ridho Ramadhan. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Selasa, 30 Juli 2019 | 20:37 WIB

Solo, Beritasatu.com - Korban pinjaman online yang viral di medsos, YI, akhirnya melapor ke Satuan Rekrim Polres Kota Surakarta.

Polisi melakukan pemeriksaan kepada YI (51), warga Solo yang menjadi korban pencemaran nama baik oleh perusahaan financial technology (fintech) atau pinjaman online di ruang penyidikan Mapolresta Surakarta.

YI didampingi oleh dua pengacaranya dari LBH Solo Raya, I Gede Sukadenawa Putra dan Made Ridho Ramadhan.

Pengacara YI menyerahkan sejumlah barang bukti antara lain berupa screen shoot video dari ponsel-nya, rekaman suara percakapan saat penagihan utang terhadap korban, serta nomor-nomor telepon yang menghubungi YI ada lebih 30 nomor.

"Nomor-nomor telepon itu baru dipilah-pilah untuk dirampingkan hingga 10 nomor saja. Nomor-nomor telepon yang dipilih melakukan pencemaran nama baik, menjurus kepada pelecehan terhadap korban, ujaran tidak berperikemanusiaan menyebutkan nama hewan, dan sebagainya," kata Gede di Solo, Selasa (30/7/2019).

Gede mengatakan, kliennya melakukan pinjaman online pada lima perusahaan, tetapi yang menghubungi ke telepon seluler korban ada lebih dari 30 nomor.

Mereka dalam menghubungi korban selalu berganti-ganti nomor setiap harinya. Bahkan, nomor telepon dari hasil pengecekan ahli IT-nya ada yang dari nomor luar negeri seperti Malaysia dan Tiongkok.

Kasus pinjaman online YI sempat viral di media sosial karena iklan dirinya yang disebut siap 'digilir' hanya untuk mendapatkan uang Rp 1.054.000 untuk melunasi utangnya.

Ibu dua anak itu tidak mengira jika dirinya bakal diiklankan siap digilir melalui media sosial. Iklan itu disebar pelaku hanya berselang dua hari setelah YI gagal melunasi utangnya sebesar Rp 1.054.000.

Kasus tersebut saat ini ditangani Polresta Surakarta.



Sumber: BeritaSatu TV