Arief Hidayat: Hukum dan Demokrasi Indonesia Disinari Sinar Ketuhanan

Arief Hidayat: Hukum dan Demokrasi Indonesia Disinari Sinar Ketuhanan
Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Joko Widodo saat dilantik di Istana Negara, Jakarta, 27 Maret 2018. ( Foto: Antara / Wahyu Putro A )
Yustinus Paat / WM Selasa, 30 Juli 2019 | 20:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menegaskan bahwa hukum dan demokrasi Indonesia disinari oleh sinar Ketuhanan. Hal tersebut, kata Arief, merupakan ciri dari negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

"Indonesia itu negara hukum Pancasila, demokrasi juga berdasarkan Pancasila. Artinya berhukum disinari oleh sinar Ketuhanan, berdemokrasi juga disinari sinar Ketuhanan," ujar Arief di sela-sela menangani perkara sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pileg 2019 di Gedung MK, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Karena itu, kata Arief, MK tidak pernah lepas dari prinsip Ketuhanan dari Pancasila dalam memeriksa, mengadili dan memutuskan sengketa PHPU Pileg. Prinsip ketuhanan yang dipegang, tutur dia, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing hakim MK.

"Mengapa kita rapat memutus perkara ditempatkan di lantai paling atas, simbolnya supaya disinari sinar ketuhanan sesuai dengan kitab suci kita masing-masing," katanya.

Menurut Arief, jika semua elemen bangsa berpegang pada sinar ketuhanan, maka pelaksanaan hukum dan demokrasi di Indonesia akan baik. Bahkan, kata dia, hukum dan demokrasi terbaik di dunia manapun.

"Kita itu berdemokrasi juga disinari oleh sinar Ketuhanan, berhukum juga gitu. Kalau semua menjalankan itu, Indonesia yang paling baik di dunia," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com