Penyidik Kirim Berkas Perkara Nunung dan Suami ke Jaksa

Penyidik Kirim Berkas Perkara Nunung dan Suami ke Jaksa
Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung (depan) dan July Jan Sambiran (belakang) menangis saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/7/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 1 Agustus 2019 | 17:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, rampung menyusun berkas perkara tersangka Tri Retno Prayudati alias Nunung serta suaminya July Jan Sambiran, terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Berkas perkara itu pun telah dikirim ke kejaksaan.

"Untuk tersangka NN dan JJ, hari ini sudah diserahkan berkas perkara tahap pertama. Nanti kita tinggal menunggu penilaian daripada jaksa," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (1/8/2019).

Dikatakan Argo, penyidik baru mengirimkan berkas perkara Nunung dan suaminya. Sementara, berkas perkara tersangka Hadi Moheriyanto alias Hery alias Tabu, selaku pengedar, masih dalam proses. "Jadi baru tersangka NN dan JJ," ungkapnya.

Argo menyampaikan, hingga saat ini penyidik juga masih mencari tersangka Zul dan dua orang lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"DPO sedang kita cari, terutama DPO yang berinisial Zul belum ketemu sampai sekarang," kata Argo.

Diketahui, polisi menangkap komedian senior Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya July Jan Sambiran, terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu, di kediamannya Jalan Tebet Timur III, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019). Termasuk, pengedarnya bernama Hadi Moheriyanto alias Hery alias Tabu.

Penyidik menyita barang bukti diantaranya satu klip sabu seberat 0,63 gram, dua klip kecil bekas bungkus sabu, tiga sedotan plastik untuk menggunakan sabu, satu botol plastik, satu sendok, potongan pecahan pipet kaca, satu korek api, dan empat handphone, ketika menggeledah rumah Nunung.

Setelah melakukan pengembangan, polisi kembali menangkap IP dan E yang merupakan jaringan sindikat perederan narkotika. Kedua tersangka ini mengendalikan peredaran dari balik penjara menggunakan handphone. Tersangka IP memesan kepada Zul yang masih DPO, uang pembayarannya ditransfer ke AT (DPO) dan barang diletakkan tersangka K (DPO) yang berada di luar lapas, di suatu tempat yang sudah dikoordinasikan dengan pemesan (modus tempel).



Sumber: BeritaSatu.com