Polri Bekuk Pembobol Rp 1,7 M Jaringan ATM Merah Putih

Polri Bekuk Pembobol Rp 1,7 M Jaringan ATM Merah Putih
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Farouk Arnaz / CAH Jumat, 2 Agustus 2019 | 16:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Akal bulus CP (45) mengantarkannya ke tahanan polisi. Lelaki asal Bojonegoro yang tinggal di Bali ini ditangkap Mabes Polri setelah kedapatan membobol ATM milik bank BUMN.

Menurut Kasubdit I Tindak Pidana Siber Polri Kombes Dani Kustoni, pelaku berhasil mengantongi Rp 1,7 miliar dari aksi cerdik namun kriminal itu.

Tersangka mengeksploitasi ATM Mandiri Link Merah Putih (ATM Jaringan Link) di Jember dengan ATM giro miliknya yang telah dimodifikasi.

ATM Merah Putih adalah milik Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) yang beranggotakan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

“Jadi yang dibobol rekening bank BUMN tersebut. Dia bisa transfer unlimited sampai Rp 1,7 miliar ke rekening yang sudah disiapkan sebagai penampungan,” kata Dani.

Oleh pelaku uang haram itu digunakan untuk mendirikan perusahaan obat atau larutan pembersih dan membeli aset kendaraan hingga dia dibekuk akhir Juli lalu.

“Intinya saat berhasil membobol pelaku ini terus menerus mentransfer ke 16 rekening yang persiapkan untuk menampung. Dia ini banyak utang. Meski domisili di Bali dia kita tangkap di Majalengka,” sambungnya.

Pelaku yang disebut polisi bisa “seolah-olah membutakan teknologi perbankan meski saldo kosong tapi bisa mentransfer” itu dijerat dengan pasal ilegal akses, transfer dana, dan money laundering. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara.

Polisi yang menyita laptop dan cpu dari tersangka masih mencari tahu bagaimana pelaku bisa melakukan rekayasa teknologi dalam ATM miliknya.

 



Sumber: BeritaSatu.com