Mahfud MD dan Eddy Hiariej Pilihan Milenial Jabat Menkumham

Mahfud MD dan Eddy Hiariej Pilihan Milenial Jabat Menkumham
Mahfud MD. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / WBP Senin, 5 Agustus 2019 | 10:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mencari sosok Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) untuk membantu Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) di periode keduanya tidak mudah. Untuk membantu tugas Jokowi tersebut, Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum Indonesia (AMPHI) melakukan survei calon Menkumham periode 2019-2024.

Dari survei ini, sebanyak 462 responden menginginkan Menkumham berasal dari pakar hukum dan 329 responden memilih akademisi. Kemudian, 89 responden ingin dari internal kementerian. Sementara untuk nama calon menteri, responden memilih mantan Ketua MK Mahfud MD di urutan pertama dan Guru Besar Hukum Pidana UGM, Edward Omar Sharif Hiariej atau akrab disapa Prof Eddy Hiariej untuk menduduki jabatab Menkumham.

"Untuk calon Menkumham periode 2019-2024 pilihan generasi milenial dan netizen, di urutan pertama bercokol nama Mahfud MD (mantan ketua MK) yang meraih suara 474 responden, disusul Edward Omar Sharif Hiariej dengan perolehan 260 suara responden," kata juru bicara AMPHI, Hans di REQ Space dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Sementara urutan ketiga terdapat nama pakar hukum tata negara yang juga peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat-UGM), Zainal Arifin Mochtar dengan 130 suara responden, disusul nama mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Pidana Kekerasan (KontraS) yang kini menjabat Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dengan 69 suara responden.

Nama Mahfud dan Eddy Hiariej juga sebelumnya masuk radar calon Jaksa Agung yang diidam-idamkan generasi muda. Bahkan mereka mengalahkan nama-nama jaksa internal Kejaksaan Agung.

Menurut Hans, generasi milenial memilih sejumlah nama tersebut lantaran berkompeten dan bisa membawa perubahan di Kementerian Hukum dan HAM. "Selain itu juga anak muda Indonesia butuh Menkumham yang jujur dan cakap dalam menjalankan amanah yang diberikan Presiden Jokowi dan rakyat," kata Hans.

Alasan itu disampaikan karena kinerja Menkumham Yasonna Laoly masih dianggap kurang greget. Bahkan, sebanyak 414 responden menilai buruk dan kurang kinerja menteri Yasonna. "Responden menginginkan Menkumham yang profesional dan memiliki kompetensi di bidang hukum, perundang-undangan," kata Hans.

Hans berharap, hasil survei ini bisa menjadi bahan masukan Jokowi-Ma'ruf dalam memilih menteri di Kabinet Kerja II sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya generasi milenial.

Survei yang dilakukan sejak 21 Mei hingga 3 Agustus 2019 ini berhasil mendapatkan 1.145 responden yang berdasarkan one vote one IP Address. Karakteristik usia responden survei ini didominasi kalangan milenial, yakni usia 18-34 sebanyak 442 responden, usia 45-54 tahun 338 responden dan 50 tahun keatas 297 responden. Sementara 68 responden tidak memilih pertanyaan usia ini.

Untuk pekerjaan responden saat ini, pegawai swasta menduduki peringkat pertama terbanyak yakni 597 responden, disusul pelajar/mahasiswa 117 responden, PNS 224 responden, pegawai BUMN 39 responden, tidak bekerja 100 responden, advokat dan notaris 53 responden. Sementara, 19 responden tidak menjawab pertanyaan ini.



Sumber: Suara Pembaruan