BNN Temukan 200 Kg Ganja dari Alat Bengkel di Kramat Jati

BNN Temukan 200 Kg Ganja dari Alat Bengkel di Kramat Jati
Petugas BNN RI melakukan penggerebekan sebuah rumah kontrakan dan menemukan ganja 200 kg yang disembunyikan dalam peralatan bengkel Kamis (8/8/2019) sore, di Kramat Jati, Jakarta Timur. Barang bukti kurang lebih 200 kilogram ganja berasal dari Aceh dan dikendalikan melalui lapas Cirebon. ( Foto: Istimewa )
Carlos Roy Fajarta / JAS Kamis, 8 Agustus 2019 | 19:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menemukan setidaknya 200 kilogram (kg) narkotika jenis ganja yang disembunyikan dalam alat perbengkelan dari sebuah rumah kontrakan di Jalan Batu, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (8/8/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kita perkirakan jumlah narkoba jenis ganja ini paling tidak 200 kg. Belum semua bisa kita buka karena membutuhkan alat perbengkelan yang cukup berat dan keras untuk membuka las dan peti," ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, Kamis (8/8/2019) kepada awak media di lokasi penggrebekan.

Petugas BNN mendapatkan barang bukti paket ganja berbungkus warna cokelat yang diletakkan di tanah setelah dibongkar dari bagian dalam alat perbengkelan. Petugas juga terus berupaya membongkar tabung gas nitrogen, kompresor, dan peti perkakas. Ada empat tersangka yang diamankan BNN dengan tangan telah diborgol di lokasi.

Petugas BNN membongkar peralatan perbengkelan dan menemukan ganja.

"Kami menduga narkoba ini dikendalikan oleh salah satu napi di Lapas Cirebon, nanti kita tindak lanjut dan tentu setelah seluruh bukti bisa kita kumpulkan dan keterangan dari para tersangka yang kita amankan," tambah Arman.

Lebih lanjut Arman mengungkapkan ganja dibawa para tersangka menggunakan bus sayur dari Aceh kemudian barang disimpan di rumah kontrakan tersangka untuk kemudian didistribusikan.

"Kalau sudah sampai Jakarta, penyebarannya bisa ke seluruh Indonesia, apakah dengan kurir-kurir yang baru atau kurir yang sudah mereka siapkan, terutama tentu paling banyak Jakarta dan Jawa Barat. Tidak menutup kemungkinan kalau ada permintaan mereka kirim ke Sumatera atau wilayah Timur," tutur Arman. 



Sumber: Suara Pembaruan