Ketua KPK Akui Sudah Teken Sprindik Tersangka Baru Korupsi E-KTP

Ketua KPK Akui Sudah Teken Sprindik Tersangka Baru Korupsi E-KTP
Agus Rahardjo. (Foto: Antara)
Fana Suparman / CAH Jumat, 9 Agustus 2019 | 13:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku sudah menandatangani surat perintah penyidikan (sprindik) kasus korupsi proyek e-KTP. Dengan demikian, Lembaga Antikorupsi sudah menetapkan tersangka baru megakorupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

"Sprindiknya sudah saya tandatangani," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Meski demikian, Agus masih enggan mengungkap identitas tersangka baru korupsi e-KTP. Agus berjanji akan segera menyampaikan hal tersebut melalui konferensi pers.

"Sudah ada. Nanti diumumkan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menyebut tersangka baru itu berasal dari unsur birokrat dan swasta.

"Ada birokrasi dan ada swasta," kata Alex, sapaan Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/7).

Beredar informasi terdapat dua orang yang menyandang status tersangka baru dari pengembangan megakorupsi ini. Dikonfirmasi mengenai hal ini, Alex menyebut terdapat empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka baru.

"Kalau tidak salah malah ada empat (yang ditetapkan tersangka) ya," kata Alex.

Meski demikian, Alex masih enggan mengungkap identitas para pihak yang telah menyandang status tersangka ini. Alex berjanji akan menyampaikan pengembangan penanganan perkara korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu melalui konferensi pers.

"Saatnya nanti pasti akan kita umumkan lah itu," katanya.

Terkait korupsi e-KTP, KPK telah menjerat delapan orang. Tujuh orang yang sudah dijerat KPK telah divonis bersalah dan sedang menjalani hukuman, yakni, dua pejabat Kemdagri, Irman, dan Sugiharto; bos Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo; pengusaha pengatur tender proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Selain itu juga mantan Ketua DPR sekaligus mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, serta pengusaha Made Oka Masagung. Sementara satu orang lainnya yang juga dijerat KPK atas kasus korupsi e-KTP, yakni politikus Partai Golkar, Markus Nari sedang menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.



Sumber: Suara Pembaruan