Kata KPK Soal Tewasnya 35 Anak di Samarinda

Kata KPK Soal Tewasnya 35 Anak di Samarinda
Penasihat KPK Mohammad Tsani ( Foto: Beritasatu TV )
Winda Ayu Larasati / WIN Minggu, 11 Agustus 2019 | 11:48 WIB

Samarinda, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satreskrim Polres Kota Samarinda dan Kementerian ESDM masih menyelidiki 35 anak yang tewas di lubang bekas galian tambang yang tidak direklamasi di Samarinda, Kalimantan Timur.

Penasihat KPK Mohammad Tsani menjelaskan, dari hasil penelusuran, ternyata 35 anak yang tewas tidak terjadi di kawasan tambang milik PT Lanna Harita Indonesia yang terletak di Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Melainkan di rawa-rawa di luar area pertambangan.

Menurut Tsani, pihak kepolisian telah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) III terkait kasus tersebut. Sebab, polisi tidak menemukan fakta pelanggaran sehingga penyidikan kasus tersebut dihentikan.

"Beritanya 35 anak itu meninggal di lokasi tambang, ternyata di rawa-rawa di luar lokasi tambang. Laporan polisinya ada dan sudah di-SP III, dinyatakan tidak terbukti terhadap perusahaan, sehingga tidak diteruskan kasusnya," kata Tsani di Samarinda, Kalimantan Timur.

Lahan tambang batubara seluas 1.500 hektare yang berada di Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur telah berhenti beroperasi sebagian lantaran kandungan batubara yang semakin menipis.



Sumber: BeritaSatu TV