Riau Berasap, Korporasi Jadi Tersangka

Riau Berasap, Korporasi Jadi Tersangka
Dinas Kesehatan (dinkes) Provinsi Riau membagikan 10 ribu masker gratis kepada masyarakat untuk mengurangi risiko kesehatan akibat kabut asap yang timbul dari kebakaran hutan dan lahan. ( Foto: Beritasatu TV )
Farouk Arnaz / WM Senin, 12 Agustus 2019 | 20:31 WIB

 

 

Jakarta, Beritasatu.com — Kebakaran hutan dan lahan mulai menarik perhatian petinggi Jakarta. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terbang ke Riau, Senin (12/8/2019).

“Besok rencana kegiatannya memberikan pengarahan kepada Satgas Karhutala di daerah setempat. Juga langsung meninjau lokasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Pelalawan, Riau,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri.

Mereka akan langsung mengendalikan mitigasi dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Itu menjadi sasaran prioritas utama squad yang ada di Riau selain sisi penegakan hukum.

“TKP cukup jauh, nanti menggunakan heli. Kemudian dari helipad menuju TKP harus menggunakan kendaraan roda empat atau pun roda dua sekitar 40 menit, dari titik itu kemudian baru bergerak dengan jalan kaki. Karena itu wilayahnya gambut, jadi kalau kendaraan bermotor akan ambles,” imbuhnya.

Dari sini rombongan harus jalan kaki sekitar 2 km ke tempat kebakaran hutan tersebut. Riau saat ini menjadi sasaran utama selain 7 Polda yang lain. Di sana cukup masif dan luas terjadi Karhutla.

“Kalau di Kalteng maupun Kalbar, dari jumlah titik hotspot, memang ada peningkatan tapi lebih banyak yang kecil. Artinya itu pelahan tradisional yang membuka lahan. Kalau di Riau sudah ada korporasi sebagai tersangka. Meski ada kelalaiannya, jadi lahan yang sekian ribu hektare itu dibiarkan, tidak diawasi, tidak dirawat, sehingga terjadi kebakaran,” sambungnya.

Ada 15 orang, mulai dari direksi kemudian layer di bawahnya sampai dengan karyawan, yang diperiksa dari perusahaan Sumber Sawit Sejahtera itu. Nanti semua akan dicek tingkat kelalaiannya sampai dimana.

“Kalau memang terbukti ya nanti tidak menutup kemungkinan dari mulai direksi sampai karyawan yang bertanggung jawab mengontrol lahan tersebut bisa dijadikan tersangka,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com