Penyelundup 500 Kg Ganja Tanjung Priok Sudah 3 Kali Beraksi

Penyelundup 500 Kg Ganja Tanjung Priok Sudah 3 Kali Beraksi
Petugas BNN dan terkait melakukan pengungkapan pengiriman narkotika jenis ganja seberat 500 kilogram yang disembunyikan dalam kompartemen modifikasi di sebuah mobil microbus yang diangkut menggunakan truk dalam sebuah kapal melalui jalur laut dari Pulau Bangka ke Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / JAS Selasa, 13 Agustus 2019 | 16:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis ganja sebanyak 445 paket ganja dengan berat kurang lebih 500 kilogram (kg) di sebuah minibus dengan pelat nomor B 7770 IE di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Senin (12/8/2019).

Dalam pengungkapan tersebut Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan pihaknya mengamankan 10 orang tersangka di berbagai lokasi yang berbeda-beda.

Tersangka diamankan saat hendak menjemput minibus bermuatan narkoba di Pelabuhan Tanjung Priok. Tersangka berikutnya diamankan BNN di kawasan Ciledug yang akan menerima ganja di gudang. Adapula yang diamankan di Aceh sebagai pengirim barang serta pengendali jaringan yang diamankan di Banten.

"Dari penangkapan terhadap 10 orang tersangka di berbagai lokasi ini kita mengamankan kurang lebih 750 kilogram narkotika jenis ganja. Dari keterangan tersangka yang kita amankan mereka setidaknya sudah beraksi tiga kali dengan modus dan jumlah berbeda," ujar Arman di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelaku menyembunyikan ganja dengan berat 500 kilogram tersebut di bagian pelat lantai dari baja dalam sebuah minibus. Mobil ini kemudian diangkut menggunakan truk angkutan barang asal Aceh itu dibawa dari Pulau Bangka tujuan Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan kapal Sakura Ekspres.

"Ini kamuflase oleh para sindikat untuk untuk bisa aman menyelundupkan narkoba tanpa kecurigaan dari petugas," tandas Arman.



Sumber: Suara Pembaruan