Berkas Video "Ikan Asin" Dikirim ke Kejati

Berkas Video
Galih Ginanjar (kiri) ( Foto: istimewa )
Bayu Marhaenjati / YUD Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, rampung menyusun berkas perkara kasus konten video "bau ikan asin" yang diduga mengandung muatan kesusilaan dan pencemaran nama baik. Berkasnya, telah dikirim tahap pertama ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

"Berkas perkara sudah kami kirim ke JPU (Jaksa Penuntut Umum), ke Kejati," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan, Selasa (20/8/2019).

Setelah berkas perkara dikirim, jaksa akan memeriksa atau meneliti berkas itu apakah memenuhi syarat formil dan materil. Penyidik belum mendapatkan informasi apakah berkas itu dinyatakan lengkap (P21) atau dikembalikan untuk dilengkapi (P19).

"Bulan ini (berkas dikirim ke Kejati). Belum (ada balasan dari jaksa)," ungkap Iwan.

Diketahui, Fairuz A Rafiq meradang dan membuat laporan dengan nomor LP/3914/7/2019/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 1 Juli 2019, lantaran Galih Ginanjar yang merupakan mantan suaminya diduga menyebut dirinya bau ikan asin dalam sebuah wawancara di akun Youtube milik Rey Utami dan Pablo Benua.

Fairuz melaporkan Galih, Rey Utami dan Pablo Benua dengan Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-undang ITE.

Setelah melakukan penyelidikan dan gelar perkara, penyidik kemudian menetapkan Galih, Rey dan Pablo sebagai tersangka. Termasuk, melakukan penahanan terhadap ketiganya di Mapolda Metro Jaya.



Sumber: BeritaSatu.com