Napi Kendalikan Peredaran Narkotika Asal Malaysia ke Jakarta

Napi Kendalikan Peredaran Narkotika Asal Malaysia ke Jakarta
Arman Depari. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / JAS Rabu, 21 Agustus 2019 | 07:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN), membekuk empat pengedar narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi yang dikendalikan oleh seorang narapidana bernama Adam, di Lembaga Pemasyarakatan Cilegon.

"Telah ditangkap empat orang pelaku tindak pidana narkotika oleh petugas BNN," ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, melalui keterangan tertulisnya kepada Beritasatu.com, Selasa (20/8/2019).

Dikatakan Arman, keempat tersangka yang dibekuk atas nama Darwis dan Minarti (keduanya kurir), Akbar alias Embang (penjaga gudang di Jambi), dan Chandra (penjaga gudang di Jakarta). Keempatnya, dikendalikan seorang napi atas nama Adam.

"Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran gelap narkotika lintas provinsi Jambi-Jakarta. Selanjutnya, tim melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Darwis di Pelabuhan Merak, Banten," ungkap Arman.

Arman menyampaikan, pada saat menangkap Darwis, petugas BNN menyita 20 bungkus sabu-sabu kurang lebih 30 kilogram yang disembunyikan di ban serep mobil jenis kabin ganda, Toyota Hilux B 9807 SBB.

"Pada saat bersamaan tim lainnya menangkap Mirnawati, di Jalan Alternatif Tol Merak, Cilegon, Banten. Kami juga menangkap tersangka Akbar di Kota Jambi dan menemukan pil ekstasi sebanyak kurang lebih 31.000 butir," katanya.

Arman menambahkan, petugas BNN kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Chandra sebagai penerima sabu-sabu, di Halaman Parkir Hotel Piducia, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Para tersangka dan barang bukti, dibawa ke Kantor BNN, untuk penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.

Menurut Arman, petugas telah melakukan penjemputan terhadap Adam selaku pengendali, di Lapas Cilegon, Selasa.

"Tersangka Adam pengendali peredaran gelap narkoba yang diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia, masuk Jambi dan dibawa ke Jakarta melalui jalur darat," kata Arman.

Arman mengungkapkan, Adam merupakan napi yang sebelumnya terlibat jaringan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 54 kg dan ekstasi 41.000 butir yang ditangkap BNN, di Merak, Banten, awal Mei 2016 lalu.

"Proses hukum oleh pengadilan divonis hukuman mati, namun ditingkat kasasi oleh MA, yang bersangkutan diubah hukumannya menjadi 20 tahun penjara. Ternyata di dalam lapas masih mampu mengendalikan jaringan di luar, karena ringannya hukuman yang dijatuhkan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com