Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Blitar dan Lamongan

Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Blitar dan Lamongan
Ilustrasi terduga teroris. ( Foto: Antara )
Aries Sudiono / YUD Sabtu, 24 Agustus 2019 | 08:07 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, menangkap tiga orang terduga teroris di Blitar, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jumat (23/8/2019). Ketiganya sempat diperiksa di Mapolres Blitar sebelum kemudian dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya.

Para terduga teroris itu diidentifikasi bernama Kurniawan Joko Wicaksono, warga Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar yang ditangkap pada pukul 15.52 WIB di depan rumahnya. Disusul terduga teoris bernama Subagio, warga Jalan KH Samanhudi, Desa Beru, Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar yang ditangkap sekitar pukul 18.20 WIB. Petugas yang sama juga meringkus terduga Joan Puji Santoso, warga Jalan Riam Kiri, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar sekitar pukul 20.30 WIB.

“Pasca penangkapan, ketiganya sempat digelandang dan diinterograsi petugas Densus di Mapolres Blitar. Namun beberapa saat kemudian, mereka dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya, guna pemeriksaan lanjutan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera yang dikonfirmasi Jumat malam.

Dijelaskan secara singkat, bahwa penangkapan ketiga terduga teroris itu merupakan lanjutan dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan Densus beberapa waktu sebelumnya.

Petugas juga mengamankan satu keluarga terduga teroris lainnya di Lamongan. Terduga teroris satu keluarga bernama Benny beserta isteri dan dua orang anaknya yang diamankan dari rumah kontrakannya di sebuah gang di Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Mereka sudah dua setengah tahun tinggal di rumah tersebut. Mereka dibawa Densus, Kamis (23/8/2019)

malam. Menurut para tetangganya termasuk pemilik rumah kontrakan, Sutinah, bahwa Benny yang bekerja di tempat pelelangan ikan di Pelabuhan Brondong, jarang bersosialisasi dengan tetangga, kecuali memberi ceramah ba'da salat Subuh.

“Baik mereka yang dari Brondong, Lamongan maupun Kota serta Kabupaten Blitar, semuanya masih dalam pemeriksaan intensif tim Densus 88 di Mapolda Jatim, Surabaya,” tandas Kombes Pol Frans Barung Mangera yang dihubungi ulang, Sabtu (24/8) tadi pagi. Tidak disebutkan dari kelompok radikal mana mereka berafiliasi. “Itu masih terus didalami,” tandas Frans Barung Mangera lagi.



Sumber: Suara Pembaruan