KPK Tahan Bupati Bengkayang

KPK Tahan Bupati Bengkayang
Bupati Bengkayang Suryadman Gidot (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/9/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Fana Suparman / JAS Kamis, 5 September 2019 | 07:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), Suryadman Gidot, Rabu (4/9/2019) malam.

Suryadman ditahan usai diperiksa secara intensif sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Pemkab Bengkayang. Tak hanya Suryadman, KPK juga menahan Kepala Dinas PUPR Pemkab Bengkayang, Alexius yang juga menjadi tersangka kasus ini.

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, kedua tersangka ditahan di Rutan berbeda. Suryadman ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat, sementara Alexius ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan.

“Kedua tersangka ditahan untuk 20 hari pertama,” kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jakarta, Rabu, (4/9/2019) malam.

Diketahui, KPK menetapkan Suryadman dan Alexius bersama lima pengusaha yakni Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Fat, dan Pandus sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek di Pemkab Bengkayang.

Suryadman Gidot melalui Alexius diduga menerima suap sekitar Rp 340 juta dari Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Fat, dan Pandus yang merupakan rekanan Pemkab Bengkayang. Suap ini diberikan lantaran lima orang swasta itu mendapat proyek sejumlah pekerjaan dengan skema penunjukkan langsung di Dinas PUPR.

Untuk satu paket pekerjaan penunjukan langsung dimintakan setoran sebesar Rp 20-25 juta, atau minimal sekitar 10 persen dari nilai maksimal pekerjaan penunjukkan langsung yaitu Rp 200 juta.

Suap berawal saat Suryadman meminta uang kepada Alexius dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang, Agustinus Yan masing-masing Rp 300 juta. Permintaan ini sebagai timbal balik atas pemberian anggaran tambahan APBD-Perubahan 2019 kepada Dinas PUPR sebesar Rp 7,5 miliar dan Dinas Pendidikan sebesar Rp 6 miliar. Suryadman mengaku membutuhkan uang untuk menyelesaikan persoalan pribadinya.

Menindaklanjuti permintaan Suryadman, Alexius kemudian menghubungi beberapa rekanan dan menawarkan proyek pekerjaan penunjukan langsung dengan syarat memenuhi setoran awal. Sehari berikutnya, Alexius menerima setoran tunai dari beberapa rekanan dengan nilai total Rp 340 juta. Rincian fee yang diterima Alexius yakni Rp 120 juta dari Bun Si Fat, Rp 160 juta dari tiga pengusaha yaitu Pandus, Yosef, dan Rodi. Terakhir Rp 60 juta Nelly Margaretha.