Pengamat Intelijen Beberkan Kerja TNI untuk Papua

Pengamat Intelijen Beberkan Kerja TNI untuk Papua
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (Kiri) dan Gubernur Papua Lukas Enembe menghadiri deklarasi Papua damai di Jayapura, Papua, Kamis (5/9/2019). Berbagai unsur pemerintah daerah bersama elemen masyarakat menandatangani deklarasi kesepakatan dalam rangka menjaga Papua damai. ( Foto: ANTARA FOTO / Gusti Tanati )
Yustinus Paat / YS Sabtu, 7 September 2019 | 23:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat bidang intelijen dan ketahanan nasional Stepi Anriani memberikan apresiasi kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto atas kerja kerasnya mengatasi kerusuhan di Papua. Saat ini secara pelan namun pasti, kata Stepi, situasi Papua berangsur kondusif.

"Tentu apresiasi patut kita berikan kepada Panglima TNI dan jajaran yang terus bekerja keras mengatasi kerusuhan di Papua," kata Stepi Anrian, Sabtu (7/9/2019).

Penulis buku Intelijen dan Pilkada tersebut mengatakan bahwa tidak benar jika TNI disebut cuek dalam urusan Papua. Pasalnya, dalam kasus Papua, justru Panglima TNI memberikan perhatian lebih intensif dan khusus.

"Justru untuk kasus Papua, Panglima TNI bekerja sangat ekstra, dengan pendekatan-pendekatan khusus, misalnya dengan berkantor di Papua guna memahami persoalan secara langsung," terang Stepi.

Stepi berpandangan bahwa kerja-kerja TNI dalam mengatasi persoalan Papua dan membuat suasana kondusif di bumi cenderawasih tersebut tidak banyak terekspos media. Padahal banyak sekali prestasi yang sudah dilakukan Panglima TNI mulai ia dilantik hingga sekarang.

Hal yang sudah dilakukan Panglima TNI misalnya pembentukan Koops TNI AU III, pembentukan Armada TNI AL III, penambahan 1 Brigif Raider (Bagian Divisi-III Kostrad) bermarkas di Sorong, Papua Barat.

Selain itu, menurut Stepi, Panglima TNI juga menempatkan Skadron Udara di Wilayah Indonesia Timur untuk mem back up Wilayah Timur Indonesia, menjadikan Papua sebagai salah satu prioritas yang harus diperhatikan dalam pengamanan dan ancaman dari pihak luar. Termasuk melengkapi kebutuhan Alutsista Prajurit yang melaksanakan satgas di Papua.

"Tentu banyak sekali prestasi yang sudah dilakukan Panglima TNI untuk Papua dalam catatan saya," tambahnya.

Stepi menjelaskan, selama ini Panglima TNI juga terlibat langsung dalam membangun dialog dengan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh kepemudaan, tokoh wanita dan Tokoh Pemerintah Daerah serta tokoh akademisi.

"Pendekatan yang dilakukan Panglima TNI dalam mengatasi persoalan Papua juga sangat humanis, dengan mengajak dialog semua tokoh dan elemen masyarakat Papua," ujar Stepi.

Di saat yang sama, Panglima TNI juga bersinergi dengan Polri dan tokoh-tokoh kunci untuk menjaga kondusivitas di Papua.

"Yang saya lihat, Panglima TNI berupaya melakukan upaya dialog dan pendekatan secara sosial, ekonomi dan budaya terhadap gerakan separatis di Papua. Kekuatan militer dilakukan sebagai pilihan terakhir," tutup Stepi.



Sumber: Suara Pembaruan