Polisi Persilakan Veronica Koman Ajukan Praperadilan

Polisi Persilakan Veronica Koman Ajukan Praperadilan
Seorang warga melintasi puing bangunan yang terbakar seusai aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, 30 Agustus 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Indrayadi TH )
/ YUD Rabu, 11 September 2019 | 17:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepolisian menyatakan selama ini penegakan hukum terhadap tersangka kasus penyebaran hoax, Veronica Koman, dilakukan secara transparan dan mempersilahkan apabila aktivis Papua itu ingin mengajukan praperadilan.

"Silakan, penegakan hukum selama ini kan sudah dilakukan secara transparan. Semua yang dilakukan oleh penyidik, bisa itu diuji dalam prasarana praperadilan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Untuk keberadaan Veronica Koman di Australia, Dedi Prasetyo menuturkan terdapat teknis dan tahapan untuk penangkapannya.

"Secara teknis Polda Jatim yang berwenang," kata dia.

Polda Jatim menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan penyebaran berita hoax terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya pada 17 Agustus 2019.

Polisi menyebutkan Veronica Koman melalukan provokasi di media sosial Twitter dengan menggunakan bahasa Inggris dan disebar ke dalam negeri maupun luar negeri.

Polisi menjerat Veronica Koman dengan pasal berlapis, yakni UU ITE, Pasal 160 KUHP, kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis dan Ras.



Sumber: ANTARA