Mantan Deputi IV Kempora Dihukum 4,5 Tahun Penjara

Mantan Deputi IV Kempora Dihukum 4,5 Tahun Penjara
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kempora, Mulyana ( Foto: istimewa )
Fana Suparman / HA Kamis, 12 September 2019 | 21:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara denda Rp 200 juta subsidair kurungan 2 bulan penjara terhadap mantan deputi IV bidang peningkatan prestasi olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora).

Majelis Hakim menyatakan Mulyana terbukti bersalah telah menerima suap sebesar Rp 300 juta, kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp 100 juta, 1 unit Toyota Fortuner dan satu ponsel Samsung Galaxy Note 9 dari Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum (Bendum) KONI Johny E Awuy.

Suap tersebut diberikan kepada Mulyana untuk mengurus dana hibah pemerintah kepada KONI melalui Kempora.

"Menyatakan terdakwa Mulyana secara sah terbukti melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Mochamad Arifin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Putusan terhadap Mulyana lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK yaitu 7 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Dalam menjatuhkan hukuman ini, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal yang memberatkan dan meringankan.

Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Mulyana dinilai tidak mendukung program pemerintah yang sedang fokus dalam tindak pidana korupsi. Sedangkan untuk hal yang meringankan, Mulyana dinilai bersikap sopan dan terus terang di persidangan, belum pernah dihukum, mempunyai tanggungan istri dan anak, telah mengembalikan seluruh pemberian yang diterimanya, merasa bersalah dan sangat menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut.

Mulyana juga dinilai telah turut serta menyukseskan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Meski demikian, Majelis Hakim memutuskan menolak permohonan terdakwa untuk menjadi Justice Collaborator (JC). Menurut hakim, Mulyana tidak menenuhi syarat sebagai JC.

Selain Mulyana, Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen Kempora Adhi Purnomo, dan staf Kempora Eko Triyanto. Keduanya terbukti menerima suap dari Ending dan Johny E. Awuy terkait dana hibah kepada KONI. Atas putusan Majelis Hakim ini, ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir.



Sumber: Suara Pembaruan