Komisi III: Kami Tidak Bisa Buat Senang Semua Orang

Komisi III: Kami Tidak Bisa Buat Senang Semua Orang
Suasana penghitungan suara calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Heru Andriyanto / Robertus Wardi / HA Jumat, 13 September 2019 | 03:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi III DPR telah menuntaskan pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/9/2019) dini hari, di tengah berbagai kritikan terhadap rekam jejak para calon pimpinan, termasuk Firli Bahuri yang akhirnya terpilih sebagai ketua KPK periode 2019-2023.

Wakil Ketua Komisi III Erma Suryani Ranik mengatakan pro dan kontra terkait pemilihan lima pimpinan KPK itu adalah hal biasa.

"Biasalah namanya pemilihan kan ada pro dan konta. Kita kan tidak bisa menyenangkan semua orang. We cannot make everyone happy, that's life," kata politikus Partai Demokrat itu.

Namun, Erma berkeras bahwa lima pimpinan yang baru saja terpilih merupakan komposisi terbaik, karena ada perwakilan akademisi, hakim, polisi, advokat, dan komisioner petahana.

Baca juga: Firli Dapat 100% Suara Karena "Terkesan Dizalimi"

"Inilah komposisi terbaik yang kita pandang dari 10 nama yang masuk penilaian Komisi III. Kita percaya lima orang yang kita pilih ini akan bekerja dengan serius untuk memperkuat KPK dan mendorong pemberantasan korupsi kita ke depan. Kita bekerja untuk Indonesia," kata Erma, yang tidak akan lagi duduk di DPR periode 2019-2024 karena gagal di daerah pemilihan Kalimantan Barat.

Musyawarah untuk Firli
Erma juga menjelaskan proses musyawarah Komisi III untuk memilih Firli sebagai ketua, meskipun pada awal rapat disepakati akan ada pemungutan suara terpisah untuk memilih ketua KPK yang baru.

"Meskipun tidak ada di undang-undang, tapi kita kesepakatannya siapa pun peraih suara terbanyak dialah yang akan kita tunjuk menjadi pimpinan KPK," bebernya.

"Faktanya memang Pak Firli ini meraih suara terbanyak."

Firli, yang sekarang menjabat Kapolda Sumatera Selatan dan sebelumnya pernah menjadi deputi penindakan KPK, menyapu bersih suara dari 56 anggota Komisi III yang mengikuti pleno tersebut.

Baca juga: Ini Lima Pimpinan KPK yang Baru, Firli Terpilih Ketua

"Setelah melalui musyawarah dari pimpinan fraksi, disepakati Ketua KPK periode 2019-2023 adalah Firli Bahuri. Apakah disetujui?" tanya Ketua Komisi III Azis Syamuddin.

"Setuju!" jawab seluruh anggota Komisi III, disusul tepuk tangan mereka.

Sebelum memilih ketua, Komisi III DPR terlebih dahulu memilih lima pimpinan KPK yang baru. Pemilihan dilakukan dengan voting yang digelar di gedung DPR hingga pukul 01.00 WIB.

Sehari sebelum pemungutan suara di Komisi III, pimpinan KPK yang akan berakhir masa jabatannya menggelar jumpa pers soal dugaan pelanggaran kode etik oleh Firli ketika masih menjadi deputi penindakan.



Sumber: BeritaSatu.com