Fahri Hamzah: Saatnya Jokowi Pimpin Sendiri Pemberantasan Korupsi

Fahri Hamzah:  Saatnya Jokowi Pimpin  Sendiri Pemberantasan Korupsi
Fahri Hamzah. ( Foto: Antara )
Hotman Siregar / RSAT Jumat, 13 September 2019 | 09:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyambut baik pembahasan revisi UU KPK yang mulai digelar pada Kamis (12/9/2019) malam. Revisi UU KPK demi perbaikan penataan Hukum dan penataan institusi KPK ke depan.

Sejak tahun 2015 DPR bersama pemerintah telah membahas desain dan format UU KPK yang ideal. Rumusan revisi UU KPK sudah matang dan nanti tak akan ada kedaruratan dan konflik antarlembaga.

Menurut Fahri, sudah saatnya Presiden Jokowi memimpin sendiri orkestra pemberantasan korupsi. Revisi UU ini adalah ikhtiar untuk memfungsikan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dalam suatu kerja yang paling penting di masa transisi menuju demokrasi.

“Dengan revisi ini nanti, mari kita songsong kerja pemberantasan korupsi yang sistemik. Korupsi mudah diberantas asalkan caranya benar. Bangsa ini mudah diatur asal caranya tepat. Inilah yang kita usahakan. Saya siap menyumbang tenaga dan pikiran demi Indonesia bebas korupsi,” kata Fahri, Jumat (13/9/2019).

Fahri meminta dukungan rakyat Indonesia agar mendukung Tim Pemerintah dan badan Legislasi DPR dapat bekerja lancar. “Sehingga kita akan memasuki era baru pemberantasan korupsi melalui kerja senyap yang sukses besar. Bangsa kita bisa. Kita bukan bangsa maling,” tegasnya.

Menurut Fahri, saat ini waktu yang tepat untuk introspeksi setelah 17 tahun UU 30/2002 tentang KPK. UU lama dinilai Fahri hanya meninggikan ego dan dendam semata.

“Pelembagaan sistem yang kedap korupsi gagal diciptakan. Besar berita, kecil hasil,” katanya.

Waktu 17 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk digunakan menata transisi. Banyak negara yang mulai bareng, sekarang sudah berada jauh meninggalkan dalam pendapatan perkapita dan kekuatan industri seperti Korsel, Malaysia, Vietnam, Singapura dan lainnya.



Sumber: Suara Pembaruan