Ikal PPSA XXI Lemhannas Dukung Pimpinan KPK Terpilih

Ikal PPSA XXI Lemhannas Dukung Pimpinan KPK Terpilih
Dua pimpinan KPK terpilih, Lili Pintauli Siregar (bertopi, depan) dan Irjen Firli Bahuri (tengah, bersyal) berfoto bersama rekan-rekannya sesama alumnus Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), beberapa waktu lalu. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Senin, 16 September 2019 | 10:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Program Pendidikan Singkat Angkatan XXI (Ikal PPSA XXI) memberi dukungan penuh kepada seluruh pimpinan KPK yang baru. Mereka meminta agar lima pimpinan KPK yang baru nanti tidak pernah surut untuk menghadapi berbagai tantangan demi masa depan Indonesia. Dukungan ini perlu diberikan agar pimpinan KPK yang baru tidak merasa sendiri.

Dua di antara lima pimpinan KPK yang terpilih itu adalah alumnus PPSA XXI Lemhannas, yakni Irjen Firli Bahuri dan Lili Pintauli Siregar. PPSA adalah pendidikan tertinggi di Lemhannas yang merupakan pendidikan pimpinan nasional strategis setara dengan pendidikan bintang dua yang diikuti oleh para perwira tinggi (pati) dari TNI dan Polri serta sipil terpilih.

Dukungan itu ditegaskan Ketua Umum Ikal PPSA XXI, Komjen (Purn) Arif Wachjunadi di Jakarta, Senin (16/9/2019). Arif mengatakan, adanya dua anggota Ikal PPSA XXI menjadikan keluarga besar PPSA XXI merasa bertanggung jawab untuk mendukung secara moral atas apa yang dihadapi oleh para pimpinan KPK yang baru.

“Ini adalah tanggung jawab kami juga untuk memberi dukungan moral kepada para pimpinan KPK. Apalagi, dua di antaranya adalah anggota PPSA XXI. Bahkan, satu di antaranya terpilih menjadi ketua KPK. Kami benar-benar mengikuti tahap demi tahap dari proses seleksi dan pemilihan capim KPK yang baru dan sepakat untuk memberi dukungan penuh kepada seluruh pimpinan KPK yang baru agar dapat bekerja dengan baik,” ujar Arif Wachjunadi.

Gejolak
Mantan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas itu menjelaskan, gejolak yang terjadi di KPK diikuti oleh anggota Ikal PPSA XXI. Mereka berharap agar gejolak tersebut segera selesai. Sebagai satu keluarga, PPSA XXI tidak pernah meninggalkan sendirian para anggotanya ketika menghadapi kesulitan.

“Sejak menjadi alumnus, kami memiliki tradisi yang kuat dalam bersilaturahmi. Karena silaturahmi yang kuat itu, kami menjadi keluarga besar. Kami tidak menginginkan satu di antara kami merasa kesulitan sendiri. Kami bangga bahwa ada dua anggota kami yang menjadi pimpinan KPK. Tentu, secara moral, tidak hanya Pak Firli dan Ibu Lili yang kami dukung, tetapi seluruh pimpinan KPK terpilih kami dukung karena sudah melalui proses yang benar. Dengan dukungan ini diharapkan bahwa seluruh pimpinan KPK semakin kuat dalam melaksanakan tugasnya,” ujar Arif.

KPK pimpinan Firli Bahuri, menurut Arif Wachjunadi, menghadapi tantangan yang sangat berat. Tantangan sudah muncul sejak proses penetapan capim KPK dan PPSA XXI mengikuti proses tersebut.

Arif meyakini bahwa Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat kompenten. Oleh karena itu, Ikal PPSA XXI mengambil sikap untuk tidak mengomentari apa pun selama proses pemilihan, bahkan termasuk ketika isu-isu yang mendiskreditkan para calon dan pansel mulai muncul di permukaan.

“Kami tidak ingin mengganggu proses yang sedang terjadi. Kami meyakini para capim KPK memiliki rekam jejak yang jelas. Mereka yang duduk di kelas PPSA sangat tahu pola-pola permainan seperti yang terjadi di KPK saat ini. Oleh karena itu, kami rasa, kami harus bersuara untuk memberi semangat dan menguatkan mental para pimpinan KPK terpilih,” ujar Arif.

Mantan Kapolda Bali itu menambahkan, penolakan terhadap pimpinan KPK yang baru dapat saja terjadi di lembaga negara lainnya. Penolakan itu terjadi karena mereka yang menolak merasa terancam akan keberadaan pimpinan yang baru nanti dengan berbagai alasan.

Namun, yang perlu dipahami adalah, ujarnya, KPK adalah lembaga negara dan pemerintah tidak akan menerima tekanan dari pihak mana pun. Jika pegawai KPK melawan, bisa saja kondisi itu akan menjadi bumerang bagi para pegawai KPK.
Arif mengatakan, secara khusus Ikal PPSA XXI belum bertemu dengan Firli Bahuri dan Lili Pintauli Siregar sejak mereka menyatakan akan mengikuti tes capim KPK.



Sumber: Suara Pembaruan