Pimpinan KPK Disahkan, Ini Kata Firli Bahuri

Pimpinan KPK Disahkan, Ini Kata Firli Bahuri
Calon Pimpinan KPK Firli Bahuri saat uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (12/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Senin, 16 September 2019 | 16:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 akhirnya disahkan DPR di dalam rapat paripurna DPR RI, hari ini. Dia adalah Firli Bahuri.

Usai pengesahan, kepada wartawan, Firli mengatakan pihaknya menghormati proses yang berjalan sesuai UU nomor 30/2002 tentang KPK RI.

"Kami terpilih dan ini jadi tantangan tersendiri buat kami, karena ini amanah dari Allah SWT. Saya selalu katakan dengan kawan-kawan bahwa setiap manusia pasti ada takdirnya. Dan Allah akan memberikan kepercayaan, jabatan, amanah kepada orang-orang yang dikehendaki," kata Firli, Senin (16/9/2019).

"Kebetulan sekarang kami berlima diberi mandat, amanah oleh Allah SWT dan tentu kami berlima akan memegang teguh amanah itu," tambahnya.

Firli juga menjawab pertanyaan soal kemungkinan dirinya menendang awak KPK yang menolaknya. Menurut dia, bahwa pimpinan KPK punya agenda dan tantangan tersendiri terkait pemberantasan korupsi.

Nah bila bicara pemberantasan korupsi, tidak ada satu individu yang bisa menerima korupsi. Karenanya, semuanya punya satu tujuan yaitu memberantas korupsi. Dengan korupsi diberantas, seluruh pembangunan nasional bisa berjalan sesuai tujuan UUD 1945.

Soal wadah pegawai KPK, lanjutnya, para komisioner akan bekerja sesuai ketentuan undang-undang.

"Semuanya akan dilibatkan," katanya.

Soal perbaikan sistem lewat revisi UU KPK, Firli mengatakan pimpinan KPK RI adalah pelaksana Undang-undang. Sementara yang membuat undang-undang adalah Pemerintah dan DPR.

"Negara kita kan negara hukum. Tentu seluruh rakyat menghormati hukum itu," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan