2019, Indeks Perilaku Anti Korupsi Meningkat

2019, Indeks Perilaku Anti Korupsi Meningkat
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto ( Foto: Beritasatu TV )
Herman / MPA Senin, 16 September 2019 | 18:15 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia. Pada 2019, IPAK sebesar 3,70 pada skala 0 sampai 5. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2018 sebesar 3,66.

Nilai indeks semakin mendekati 5 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin anti korupsi. Sebaliknya, nilai IPAK yang semakin mendekati 0 menunjukkan bahwacmasyarakat berperilaku semakin permisif terhadap korupsi.

Kepala BPS, Suhariyanto menyampaikan, Indeks Perilaku Anti Korupsi ini disusun berdasarkan dua dimensi, yaitu Dimensi Persepsi dan Dimensi Pengalaman. Pada 2019, nilai Indeks Persepsi sebesar 3,80, menurun 0,06 poin dibandingkan Indeks Persepsi tahun 2018 (3,86). Sedangkan Indeks Pengalaman tahun 2019 sebesar 3,65, naik 0,08 poin dibanding indeks pengalaman tahun 2018 (3,57).

“Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Indeks Perilaku Anti Korupsi mengalami peningkatan, meskipun tipis 0,04 poin. Tentunya ini bagus, tetapi belum cukup. Ke depan kita masih perlu berupaya menanamkan semangat anti korupsi di semua lapisan masyarakat,” kata Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Beberapa indikator yang digunakan dalam penyusunan IPAK 2019, antara lain persepsi terhadap kebiasaan atau perilaku anti korupsi di masyarakat. Beberapa yang menjadi catatan penting seperti persentase sikap masyarakat yang menganggap wajar memberi uang atau barang dalam proses penerimaan menjadi pegawai negeri atau swasta yang meningkat dari 10,62% (2018) menjadi 29,94% (2019).

Kemudian dari pengalaman saat mengakses layanan publik, persentase masyarakat yang memberikan uang atau barang melebihi ketentuan dan menganggap hal tersebut lumrah mengalami penurunan dari 19,61% pada 2018 menjadi 15,84% pada 2019. Dari masyarakat yang mengaku diminta untuk membayar melebihi ketentuan pada tahun 2019, 35,41% merasa keberatan atau naik 8,58% dari tahun 2018.

Pada 2019, IPAK masyarakat perkotaan lebih tinggi (3,86) dibanding masyarakat perdesaan (3,49). Semakin tinggi pendidikan, Suhariyanto mengatakan masyarakat cenderung semakin anti korupsi. Pada 2019, IPAK masyarakat berpendidikan SLTP ke bawah sebesar 3,57, SLTA sebesar 3,94, dan di atas SLTA sebesar 4,05.



Sumber: BeritaSatu.com