Laode: Tak Sesuai Janji, Jokowi Lucuti Kewenangan Komisioner KPK

Laode: Tak Sesuai Janji, Jokowi Lucuti Kewenangan Komisioner KPK
Laode M Syarif ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / JAS Kamis, 19 September 2019 | 18:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyesalkan tetap disahkannya RUU KPK, meski banyak kalangan yang memprotes. Menurutnya, UU KPK yang baru tidak sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengklaim ingin memperkuat KPK.

"Apa yang kami khawatirkan akhirnya menjadi kenyataan karena betul-betul UU yang ada sekarang itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dari Presiden dalam konferensi pers yang disampaikan beliau, bersama Menseseg dan KSP," kata Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Berbeda dengan janji Jokowi, UU yang baru justru melucuti kewenangan Komisioner KPK. Bahkan, dalam UU yang baru, Komisioner KPK bukan lagi penyidik dan penuntut umum.

"Beliau (Jokowi) mengatakan bahwa (KPK) akan diperkuat tetapi kenyataannya Komisioner KPK bukan lagi penyidik dan penuntut umum sekarang. Jadi kewenangan komisioner seperti saya, saya tidak bisa lagi memerintahkan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan. (Kewenangan) Ini hilang," kata Syarif.

Dalam sejumlah kesempatan, Jokowi berjanji akan memperkuat KPK. Sejumlah poin dalam draf revisi UU KPK termasuk Dewan Pengawas dan pemberian kewenangan SP3 disebut Jokowi sebagai bagian memperkuat KPK.



Sumber: Suara Pembaruan