Enam Korporasi Jadi Tersangka Karhutla

Enam Korporasi Jadi Tersangka Karhutla
Pengendara kendaraan bermotor melintas di jalan Soekarno Hatta ketika kabut asap pekat dampak karhutla menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa, 17 September 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman )
Farouk Arnaz / AMA Jumat, 20 September 2019 | 12:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutala) yang menyengsarakan jutaan orang merangkak naik. Saat ini, ada 249 tersangka yang sudah ditetapkan tersangka yang di antaranya adalah enam korporasi. Para tersangka itu tersebar di seluruh Polda.

“Satgas TNI-Polri terus bekerja melakukan upaya pemadaman sejak awal sampai saat ini. Dari top manager di tingkat kapolres, dandim sampai pelaksana banyak yang bermalam di lokasi hotspot (titik panas). Kita maksimalkan kinerja,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri Jumat (20/9/2019).

Mereka bekerja pararel dengan Satgas Polri dan gabungan Polda setempat untuk melakukan upaya penegakan hukum. Itu termasuk Dit Piter Polri yang juga sedang di lokasi untuk melakukan upaya hukum.

“Ada lahan milik korporasi di police line dan dipastikan akan bertambah tersangka dari korporasi ini.
Ini adalah upaya keras dan pembuktian secara ilmiah untuk membuktikan jangan sampai ada lagi ada pembakaran,” tambahnya.

Juga sebagai efek deterence bagi oknum korporasi dengan motif tertentu yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan sehingga mengakibatkan masyarakat dirugikan.

Soal karhutla menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dia mengancam akan mencopot pimpinan TNI/Polri yang di daerahnya terjadi karhutla.

Ini dikatakan Jokowi dalam rapat koordinasi di Istana Merdeka yang dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 6 Agustus lalu. Namun hingga kini belum ada yang dicopot.

 



Sumber: BeritaSatu.com