Diperiksa Perdana sebagai Tersangka Suap, Imam Nahrawi Siap Jalani Takdir

Diperiksa Perdana sebagai Tersangka Suap, Imam Nahrawi Siap Jalani Takdir
Imam Nahrawi. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Fana Suparman / FMB Jumat, 27 September 2019 | 11:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/9/2019). Imam bakal diperiksa perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi.

Mengenakan kemeja berlapis jaket berwarna merah, Imam terlihat tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.06 WIB. Kepada awak media, Imam mengaku kesiapannya menjalani pemeriksaan penyidik yang disebutnya sebagai takdir. Imam menyakini takdir Tuhan tak akan salah, termasuk kepada dirinya.

Kasus Suap Imam Nahrawi, KPK Periksa Sesmenpora

"Saya bismillahirrahmanirrahim siap menjalani takdir ini karena setiap manusia pasti menghadapi takdir. Demi Allah demi Rasulullah. Allah itu maha baik, dan takdirnya enggak pernah salah," kata Imam saat tiba di Gedung KPK, Jakarta.

Meski demikian, Imam bungkam saat dikonfirmasi awak media mengenai kasus hukum yang menjeratnya. Termasuk saat dikonfirmasi mengenai suap dan gratifikasi senilai Rp 26,5 miliar yang diduga diterimanya selama menjabat sebagai Menpora.
Diketahui, Imam dan Miftahul Ulum ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan dana Hibah KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi.

KPK Telusuri Aset Haram Imam Nahrawi

Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum diduga menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018. Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam Nahrawi diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar. Dengan demikian, Imam diduga menerima Rp 26,5 miliar yang diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. Ulum sendiri diketahui sudah ditahan penyidik beberapa pekan lalu. 

 



Sumber: Suara Pembaruan