Polisi Tegaskan Mahasiswa Didampingi Kuasa Hukum Saat Diperiksa

Polisi Tegaskan Mahasiswa Didampingi Kuasa Hukum Saat Diperiksa
Kombes Argo Yuwono. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 27 September 2019 | 19:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya, menegaskan setiap mahasiswa yang ditangkap karena diduga melanggar pidana pada saat aksi unjuk rasa, didampingi pengacara saat menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, musisi sekaligus aktivis Ananda Badudu, sempat menyampaikan kalau banyak mahasiswa yang diperiksa tanpa pendampingan dan diproses dengan cara tidak etis. Hal itu dikatakannya, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi soal dugaan mentransfer bantuan dana kepada mahasiswa, di Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019) pagi tadi.

Merespon hal itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pada prinsipnya setiap pemeriksaan, terperiksa didampingi kuasa hukum.

"Jadi pada prinsipnya pemeriksaan itu kita menyiapkan penasihat (kuasa hukum) dan kita menawarkan juga kepada yang bersangkutan bantuan hukum. Memang tadi pagi, Ananda Badudu menyampaikan ke media bahwa ada menemukan beberapa mahasiswa yang diperiksa tidak didampingi penasehat hukum. Padahal, mahasiswa sudah pada dipulangkan," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019).

Argo mengimbau, sebaiknya jangan membuat pernyataan yang justru bisa merugikan orang lain, dan bisa menimbulkan pidana baru. "Jadi perlu kami sampaikan bahwa jangan sampai membuat statement yang bisa merugikan orang lain sehingga menimbulkan pidana baru," ungkapnya.

Kanit 4 Subdit 3 Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu menegaskan, pernyataan Ananda Badudu soal pemeriksaan mahasiswa tanpa didampingi kuasa hukum adalah tidak benar.

"Bahwa keterangan itu kami nyatakan salah dan tak berdasar. Karena dari beberapa mahasiswa yang sudah diamankan Polda Metro, mahasiswa lainnya sudah dipulangkan semuanya. Dikembalikan ke keluarga masing-masing dan dilakukan pembinaan. Saat Ananda Badudu tiba di Resmob, di ruangan kami cuma sisa dua orang (mahasiswa) ini, Hatif dan Nabil. Yang Ananda temui ini hanya dua orang. Makanya kami bingung yang dilihat Ananda itu mahasiswa mana, di Resmob," katanya.

Rovan menambahkan, Ananda sempat bertanya kepada Latif berasal dari mana, dan apakah ada pendampingan kuasa hukum saat diperiksa. Ketika itu, Latif mengklarifikasi kalau dirinya sudah didampingi kuasa hukum.

"Dan, kami berbicara berdasarkan bukti. Ini ada surat kuasa pendampingan yang kami siapkan untuk mendampingi seluruh terperiksa yang ada di Polda Metro," tegas Rovan.

Sementara itu, Hatif Adlirrahman, menjelaskan, dirinya ditangkap karena menemukan tameng polisi dan membawanya pada saat aksi unjuk rasa. Video yang merekam dirinya membawa tameng itu, kemudian viral di media sosial.

"Sampai di sini (Subdit Resmob), saya dibina. Saat saya buat BAP (Berita Acara Pemeriksan), saya didampingi pengacara Roberto Sihotang. Ini buktinya, sudah ditandatangani surat kuasa dari pak Roberto," kata mahasiswa Universitas Padjajaran itu.

Hatif menjelaskan, ketika diperiksa pagi tadi, dirinya memang sempat berbincang dengan Ananda Badudu yang juga sedang diperiksa sebagai saksi.

"Saya ditanya dari mana, apakah sudah didampingi kuasa hukum, saya jawab sudah didampingi kuasa hukum saat di-BAP," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com