Ini Dugaan Sementara Penembakan yang Tewaskan Mahasiswa di Kendari

Ini Dugaan Sementara Penembakan yang Tewaskan Mahasiswa di Kendari
Ilustrasi unjuk rasa. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / YUD Minggu, 29 September 2019 | 15:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri mulai mendapat titik terang dalam kasus kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo saat unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Kamis (26/9/2019).

Peluru tajam yang menewaskan Randi (21), mahasiswa jurusan perikanan itu, diperkirakan berasal dari anggota Polri yang tidak terlibat langsung dalam penanganan unjuk rasa (unras) tapi ada di sekitar area tersebut.

Hal ini dikatakan Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (29/9/2019). Ari yang turun langsung ke Sultra melihat pasukan Brimob yang menjaga unras sudah sesuai SOP.

“Petugas (Brimob) yang menjaga unras sudah sesuai SOP. Kemungkinan ada anggota yang tidak terlibat langsung dalam penugasan penangan unras namun dia ada di sekitar unras. Kurang lebih 500 m dari giat unras, saat ini masih dalam penyelidikan,” kata Ari.

Dalam kasus ini polisi juga menyelidiki tertembaknya seorang ibu dalam rangkaian aksi demo itu. Ibu malang yang tidak disebutkan namanya itu berada di rumahnya dengan jarak sekitar 2-3 kilometer dari bentrok polisi dengan mahasiswa.

Kaki ibu itu tertembak peluru. Selain Wakapolri, tim Polri juga terdiri dari Propam dan Itwasum. Kasus ini dianggap serius oleh Presiden Joko Widodo yang telah memerintahkan pengusutan tuntas.

Sesuai perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Brimob yang menjaga unras memang hanya boleh membawa pentungan, tameng, dan helm. Water canon dan gas air mata hanya digunakan jika keadaan sudah memburuk.



Sumber: BeritaSatu.com