Ini Alasan Polri Akan Periksa Bupati Pelalawan Terkait Karhutla

Ini Alasan Polri Akan Periksa Bupati Pelalawan Terkait Karhutla
Bupati Pelalawan Muhammad Harris (Foto: istimewa)
Farouk Arnaz / DAS Senin, 30 September 2019 | 15:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bupati Pelalawan, Riau, Muhammad Harris bakal diperiksa pihak Kepolisian terkait  kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 325 orang dan 95 korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus karhutla. 

Menurut Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Mabes Polri, Brigjen Fadil Imran, para tersangka perorangan itu ada yang masih diselidiki yakni sebanyak 281 kasus, sisanya masih diperiksa jaksa, dan 37 kasus sudah dinyatakan lengkap ke pengadilan.

Sedangkan untuk korporasi terdapat 95, dengan perincian 84 dalam penyelidikan dan 11 dalam penyidikan.

"Luas lahan dan hutan yang terbakar ada 7.264 hektar. Walaupun dibeberapa daerah sudah hujan, proses penegakan hukum terus berlangsung,” katanya, Senin (30/9/2019).

Menurut Fadil imran, Bupati Pelalawan akan diepriksa  pada Kamis (3/10/2019) mendatang. Harris akan dicecar karena titik terparah karhutla terjadi di Pelalawan. Presiden Jokowi sampai dua kali berkunjung ke kabupatn itu. Penyidik akan bertanya soal pemberian izin membuka lahan dan pengawasan terhadap perusahaan yang tak memiliki pencegahan kebakaran lahan.

Soal karhutla menjadi perhatian Presiden Jokowi. Dia mengancam akan mencopot pimpinan TNI/Polri yang di daerahnya terjadi karhutla.

Ini dikatakan Jokowi dalam rapat koordinasi di Istana Merdeka yang dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 6 Agustus lalu. Buntutnya Kapolda Riau pun telah dicopot.



Sumber: BeritaSatu.com