Tsamara Amany Merasa Sedih Banyak yang Tak Paham Definisi Perkosaan

Tsamara Amany Merasa Sedih Banyak yang Tak Paham Definisi Perkosaan
Tsamara Amany ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / AO Selasa, 1 Oktober 2019 | 21:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany membuat status di twitter soal pemerkosaan rumah tangga (marital rape) banyak komentar bermunculan. Tak sedikit yang kasar. Tagar #Tsamara sempat menjadi trending topic di jagat maya, yakni twitter.

Menanggapi serangan kasar dan personal itu, Tsamara mengaku sudah biasa menerimannya dan cenderung tidak peduli.

“Tetapi, yang menyeramkan dan menyedihkan adalah kenyataan bahwa banyak orang yang tidak memahami definisi perkosaan dan menganggap perkosaan dalam rumah tangga itu tidak ada atau menganggap itu sesuatu yang baik-baik saja,” kata Tsamara, Selasa (1/10/2019).

Dalam cuitan sebelumnya, Tsamara menulis, “Pemerkosaan dalam rumah tangga itu sangat mungkin terjadi. Ketika pasangan mengajak hubungan seksual tanpa consent & memaksa, itu perkosaan. Tidak usah jawab saya pakai berbagai macam dalil. Agama mengajarkan menggauli pasangan dengan baik. Selesai. #MaritalRape.”

Salah seorang netizen, dengan akun @nurhaifa02 menanggapi, "Mba Tsamara yang terhormat, di dalam islam itu jika istri menolak ajakan suami maka dilaknatlah istri oleh Allah, malaikat, dan seisi bumi. Terima kasih.

Netizen lain, @AbdRachim12 juga berkomentar, "Duh mba, klo sudah berumah tangga masa ada istilah pemerkosaan ?????hmmmm, hmmmmm, ini ceritanya mba curhat yah ???”.

Tetapi, ada juga yang membela. Pemilik akun @kalmulki menulis, "Saya heran dengan banyaknya perempuan yg mencemo'oh Tsamara. Padahal, pasal ini dibuat untuk melindungi kita sbg perempuan itu sendiri, tapi selalu ntah kenapa wanita lebih jahat kepada wanita lain”.

Masih menanggapi reaksi netizen, Tsamara mengatakan, dirinya tidak terlalu kaget dengan semua reaksi tersebut.

Lebih baik kaget dengan fakta bahwa DPR 2014-2019 akhirnya gagal mengesahkan RUU-PKS untuk melindungi perempuan dari para lelaki yg menganggap wajar pemerkosaan dalam rumah tangga & korban kekerasan seksual lainnya!,” tulis Tsamara di akun twitter-nya.



Sumber: Suara Pembaruan