Dirut Tersangka, PT Inti Tegaskan Operasional Tak Terganggu

Dirut Tersangka, PT Inti Tegaskan Operasional Tak Terganggu
Ilustrasi KPK. ( Foto: AFP / Bay Ismoyo )
Adi Marsiela / YUD Kamis, 3 Oktober 2019 | 18:56 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Penjabat sementara Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Persero, Gde Pandit Andika Wicaksono menyatakan pihaknya menyatakan keprihatinan yang mendalam atas penetapan status tersangka Direktur Utama PT Inti, Darman Mappangara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dalam proses hukum yang berlaku, PT Inti akan bersikap kooperatif serta menghormati langkah yang ditempuh oleh KPK. Perusahaan pun percaya pihak KPK akan menjalankan tanggung jawab dan kewenangan sepenuhnya dalam rangka penegakan hukum,” begitu kata Pandit melalui pernyataan tertulis, Kamis (3/10/2019).

Sebelumnya, KPK menetapkan Direktur Utama PT Inti, Darman Mappangara sebagai tersangka dugaan suap proyek sistem penanganan bagasi di PT Angkasa Pura Propertindo tahun 2019.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, Darman diduga memberi suap kepada tersangka Andra Agussalam, mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Tbk, melalui tersangka Taswin Nur yang mantan staf PT INTI.

"Pemberian suap DMP (Darman) diduga untuk mengawal agar proyek Baggage Handling System (sistem penanganan bagasi) dikerjakan oleh PT INTI. Pada 2019, PT INTI mengerjakan beberapa proyek di PT Angkasa Pura II," jelas Febri Diansyah dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/10) malam.

Pandit menyatakan penetapan tersangka itu tidak akan menganggu operasional perusahaannya. “Kami akan tetap menjalankan berbagai agenda strategis yang telah ditetapkan,” tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan