Pemberhentian Sementara Dosen IPB Tunggu Surat Kepolisian

Pemberhentian Sementara Dosen IPB Tunggu Surat Kepolisian
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria saat menggelar pertemuan sesama rektor di Bogor, Kamis, 3 Oktober 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Carlos KY Paath / Vento Saudale / CAH Jumat, 4 Oktober 2019 | 07:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith akan diberhentikan sementara dari status pegawai negeri sipil (PNS). Pihak IPB tengah menunggu surat dari kepolisian atas status Basith untuk dijadikan dasar pemberhentian.

“Kami menunggu surat resmi dari kepolisian sebagai dasar untuk nonaktifkan sementara, karena itu aturan dalam manajemen kepegawaian,” kata Rektor IPB Arif Satria di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Untuk diketahui, Basith ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya di rumahnya, kawasan Tangerang pada Sabtu (28/9/2019). Basith disinyalir menyimpan bom molotov untuk digunakan memicu kerusuhan saat Aksi Mujahid 212, Sabtu (28/9/2019).

Baca Juga: Kasus Dosen IPB, Polri: Itu Bom, Bukan Molotov

Arif tak menyangka Basith yang telah ditetapkan tersangka, terlibat dalam dugaan teror. “Sehari-hari dia termasuk dosen yang sangat baik, suka menolong, kemudian aktif sebagai motivator, dan kemudian sangat menginspirasi memiliki kemampuan retorika yang sangat baik dan sebagainya,” ucap Arif.

Arif pun menyebut, “Orang tidak menduga juga terjadi hal seperti ini, mengapa Pak Abdul Basith terlibat dan sebagainya, saya kira nanti pengacara dan polisi yang akan menjelaskan karena sudah masuk materi hukum.”

Baca JugaPemerintah Berhentikan Sementara Dosen Abdul Basith Sebagai PNS

Arif menyatakan, pihaknya menyiapkan pendampingan bagi keluarga Basith. “Kami melakukan pendampingan kepada keluarga, secara mental kami juga harus terus membuat keluarga tetap sabar dan tabah. Ini kan sebuah pukulan yang, sangat besar buat sahabat, keluarga, dan institusi,” tegas Arif. 



Sumber: Suara Pembaruan, Beritasatu.com