Perppu KPK Dinilai Tidak Penuhi Syarat Kegentingan Memaksa
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perppu KPK Dinilai Tidak Penuhi Syarat Kegentingan Memaksa

Rabu, 9 Oktober 2019 | 17:18 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengatakan Presiden Joko Widodo tidak perlu menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK. Menurut Petrus, syarat kegentingan memaksa untuk menerbitkan Perppu tidak terpenuhi dalam kondisi pada saat ini.

"Putusan MK telah mendetailkan seperti apa kondisi kegentingan memaksa tersebut dan dalam konteks revisi UU KPK belum terpenuhinya kondisi kegentingan memaksa tersebut," ujar Petrus di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Petrus menyebutkan tiga syarat suatu keadaan disebut 'kegentingan memaksa' sebagaimana dinyatakan dalam Putusan MK Nomor 138/PUU-VII/2009 tanggal 8 Februari 2010. Pertama, adanya kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan suatu masalah hukum secara cepat berdasarkan undang-undang.

Kedua,undang-undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga terjadi kekosongan hukum. Kalupun undang-undang tersebut telah tersedia, itu dianggap tidak memadai untuk mengatasi keadaan.

Ketiga, kekosongan hukum tersebut tidak dapat diatasi dengan cara membuat undang-undang secara prosedur biasa karena akan memakan waktu yang cukup lama. Padahal, keadaan yang mendesak tersebut perlu kepastian hukum untuk diselesaikan sesegera mungkin.

"Posisi UU KPK sendiri tidak berada dalam tiga situasi tersebut. Adanya UU KPK baru tidak menghentikan upaya pemberantasan korupsi dan tidak terjadi kekosongan hukum sehingga tidak ada urgensi mengeluarkan Perppu. Negara juga masih bisa menjalankan kewajibannya untuk memberantas korupsi dengan tiga instrumen penegak hukum yaitu KPK, Polri dan Kejaksaan," jelas dia.

Lebih lanjut, Petrus membandingkan ketika Jokowi mengeluarkan Perppu Ormas pada 2017. Menurut dia, saat itu Jokowi dalam keadaan kegentingan yang memaksa karena ada ancaman terhadap eksistensi Pancasila oleh ormas radikal.

"UU Ormas yang ada membuat posisi negara sangat lemah ketika berhadapan dengan ormas radikal, negara tidak bisa serta-merta mencabut status badan hukum ormas radikal. Karena itu UU Ormas harus direvisi melalui Perppu karena melalui proses legislasi sangat lama dan belum tentu berhasil," jelas dia.

Petrus juga menilai, UU KPK memang sudah saatnya direvisi dalam rangka penguatan KPK. Salah satu yang mendapat sorotan adalah dewan pengawas yang menurut Petrus diperlukan agar pimpinan KPK tidak berlaku sewanang-wenang. Termasuk SP3 juga diperlukan agar memenuhi prinsip hak asasi manusia.

"Jika ada yang keberaran dengan revisi UU KPK, maka gunakan jalur-jalur yang sudah disediakan, misalnya mengajukan uji materi ke MK," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kecelakaan Tunggal Bus di Riau, Enam Tewas

Kecelakaan tunggal bus antar provinsi PO PMTOH di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau menyebabkan enam penumpang tewas.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

92 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan di Papua

Polda Papua menetapkan 92 orang sebagai tersangka sejumlah kasus kerusuhan di beberapa wilayah di Papua seperti di Jayapura, Wamena, Timika dan tempat lainnya.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Pemerintah Bangun 100 Rumah untuk Korban Kerusuhan Wamena

Pemerintah akan membangun 100 unit rumah untuk korban kerusuhan 23 September di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

NASIONAL | 5 Juli 2019

PLTA Batangtoru Terapkan Zero Tolerance Policy

Tidak ada toleransi bagi pekerja yang mengganggu binatang.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Pertimbangkan Magrib, MPR Usul Pelantikan Presiden Pukul 14.00

Setelah MPR berdiskusi, ada pandangan bahwa pukul 16.00 WIB itu terlalu dekat waktunya dengan waktu Salat Magrib.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Hakim Tolak Nota Keberatan Romahurmuziy

Majelis hakim menolak seluruh eksepsi yang dibacakan oleh Rommy maupun tim penasihat hukumnya pada Senin (23/9/2019).

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Pabrik Baja Lapis Zinc Aluminium di Lippo Cikarang Diresmikan

Pendirian pabrik Tata Metal ini diyakini bakal mampu menjadi bagian dari rantai pasokan dalam negeri bahkan tingkat ASEAN.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Inilah Tiga Tokoh Penyelamat Demokrasi Indonesia

John Caine Center menilai Presiden Jokowi, Megawati, dan Prabowo dinilai sebagai sosok pembaru penyelamat demokrasi di Indonesia.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Kemhub Tingkatkan Profesionalisme Petugas KPLP

Rakornis KPLP dinilai penting sebagai ajang konsolidasi dan evaluasi terkait masalah keamanan dan keselamatan pelayaran.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Siswi Kelas XII Ciptakan Aplikasi Informasi Kesehatan

"Aplikasi ini dibuat untuk membantu meningkatkan layanan kesehatan dengan memberikan informasi krusial kesehatan untuk masyarakat," ujar Caitlyn.

NASIONAL | 9 Oktober 2019


TAG POPULER

# Drakor


# Tol Semarang-Demak


# Vaksinasi Covid-19


# Wisma Atlet Kemayoran


# Delfina Azi



TERKINI

Menit Ke-49, Embolo Cetak Gol untuk Swiss

BOLA | 1 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS