Mahfud MD: Ujaran Kebencian Ancam Pluralisme Indonesia

Mahfud MD: Ujaran Kebencian Ancam Pluralisme Indonesia
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengisi bincang seru dengan tema Inspirasi, Kreasi, dan Pancasila di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (14/10/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Vento Saudale )
Vento Saudale / IDS Senin, 14 Oktober 2019 | 16:24 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD menyebut tantangan kaum milenial Indonesia saat ini adalah menghindari ujaran kebencian. Mahfud menyebut ujaran kebencian merupakan salah satu ancaman pluralisme.

Hal itu dipaparkan Mahfud saat menghadiri bincang seru dengan tema "Inspirasi, Kreasi, dan Pancasila" di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (14/10/2019).

Kata dia, dalam UUD 1945 secara jelas dituliskan larangan untuk melakukan ujaran kebencian karena manusia itu harus dijaga martabatnya.

Dalam hukum Indonesia, dijelaskan, ujaran kebencian dikelompokkan ke dalam beberapa kategori yakni pencemaran nama baik, fitnah, perbuatan tidak menyenangkan, berita bohong, provokasi, dan hasutan.

"Itu semua dilarang oleh hukum dan kita punya UU yang mengatur itu. Contohnya sudah ada, seperti Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, atau Buni Yani," paparnya.

Kata dia, ujaran kebencian saat ini penyebaranya lebih masif dengan menggunakan saluran media sosial. Seseorang dengan mudahnya menyebarkan ujaran kebencian. Pun demikian, aparatur penegak hukum dengan mudah juga menangkapnya.

"Jadi hati-hati kaum milenial. Ujaran kebencian bisa menimbulkan bencana. Hal itu bisa dimulai dengan omongan, tulisan, dan fitnah," katanya.

Menurut perspektif Mahfud, mulai dari sekarang masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial, harus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menegakkan hukum dan keadilan agar Indonesia Emas pada 2045 akan dapat terwujud.

"Tantangan kita saat ini bangaimana mencapai Indonesia Emas tanpa ujaran kebencian. Sebab, ujaran kebencian dapat mengancam pluralisme yang ditanam di Indonesia sejak dahulu kala. Bagaimana hormat menghormati antar suku, golongan dan agama begitu erat," jelasnya.

Ikhtiar berbagi peran ini, khususnya di kalangan milenial, harus dilakukan dalam rangka menyiapkan diri untuk membangun bangsa yang beradab. Ia mengatakan, jangan sampai Indonesia hancur karena terpecah belah.

"Mari bersama-sama membangun bangsa Indonesia yang maju dan beradab dengan memanfaatkan segala kelebihan yang kita miliki agar Indonesia Emas di tahun 2045 dapat tercapai," kata Mahfud.



Sumber: Suara Pembaruan