Ina Yuniarti Perekam Video 'Penggal Jokowi' Divonis Bebas

Ina Yuniarti Perekam Video 'Penggal Jokowi' Divonis Bebas
Pria yang Ancam Penggal Jokowi Terancam Hukuman Mati ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Fana Suparman / YUD Senin, 14 Oktober 2019 | 18:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) memutuskan memvonis bebas Ina Yuniarti dari dakwaan dugaan menyebarkan ujaran kebencian, Senin (14/10/2019). Dalam perkara ini, Ina diduga membuat dan menyebarkan video viral ancaman pemenggalan kepala terhadap Presiden Joko Widodo. Majelis Hakim menyatakan Ina tidak terbukti menyebarkan video yang viral saat berlangsung demonstrasi di depan Gedung Bawaslu pada Mei lalu.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Ina Yuniarti tidak terbukti secara sah dan menyakinkan tidak bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan tunggal melanggar Pasal 27 Ayat 4 KUHP sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum," kata Ketua Majelis Hakim Yuzaida saat membacakan amar putusan terhadap Ina di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).

Majelis Hakim juga memerintahkan agar Ina dikeluarkan dari tahanan, sejak putusan ini dibacakan. Selain itu Majelis Hakim juga meminta jaksa memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya.

"Majelis berkesimpulan tidak ada fakta di persidangan terdakwa melakukan perbuatan terkait unsur pemerasan atau ancaman yang bersifat materiil," kata Hakim Yuzaida.

Sebelumnya, Ina diketahui ditangkap polisi di rumahnya Grand Residence City, Cluster Prapanca 2, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu 15 Mei 2019. Ina diduga melanggar UU ITE terkait penyebaran video ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi.

Materi ujaran kebencian itu berupa pernyataan seorang pria berinisial HS yang mengancam akan memenggal kepala Joko Widodo saat berunjuk rasa di depan Gedung Bawaslu pasa Mei lalu. Jaksa Penuntut Umum menuntut Ina dijatuhi hukuman selama 6 tahun 6 bulan pidana penjara atas perbuatannya. Mendengar putusan Majelis Hakim yang membebaskannya, Ina langsung bersujud di ruang persidangan.



Sumber: Suara Pembaruan