Mahfud MD: Orang yang Sebut Insiden Wiranto Settingan Bisa Dipenjara

Mahfud MD: Orang yang Sebut Insiden Wiranto Settingan Bisa Dipenjara
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD di sela-sela diskusi bertema Inspirasi, Kreasi, dan Pancasila di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (14/10/2019). ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Senin, 14 Oktober 2019 | 19:21 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD menyebut seseorang yang masih menyangsikan dan mengatakan peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto beberapa waktu lalu merupakan settingan sangatlah kejam.

“Menurut saya yang mengatakan peristiwa penusukkan Pak Wiranto settingan, itu sadis sangat kejam,” kata Mahfud usai bincang seru dengan tema Inspirasi, Kreasi, dan Pancasila di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (14/10/2019).

Prabowo: Penusukan Wiranto Bukan Rekayasa

Padahal, kata dia, peristiwa penusukan tersebut nyata adanya. Bahkan, Mahfud mendapat penjelasan secara rinci dari dokter bahwa Wiranto mendapat dua kali tusukan lalu kehilangan darah tiga hingga 4 liter.

“Pascapenusukan itu, usus dalam Pak Wiranto dipotong 60 centimeter. Itu benar, keterangan dokter dan saya menyaksikan sendiri di ICU (RSPAD),” katanya.

Mahfud pun menyebut, yang menyebut peristiwa Menko Polhukam Wiranto sebuah rekayasa adalah salah satu contoh perbuatan ujaran kebencian dan bisa dituntut secara hukum. Kata dia, ujaran kebencian adalah ucapan atau sikap yang melanggar martabat atau derajat orang lain.

Wiranto Diserang, Densus Obrak-abrik Jaringan Terduga Teroris

“Ujaran kebencian tidak boleh ditorelansi karena itu yang membuat bangsa kita rusak dan hukum harus ditegakkan bagi yang membuat ujaran kebencian,” paparnya.

Sebelumnya, Wiranto ditusuk saat tiba di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019), seusai menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar.

Menurut polisi, Wiranto menderita luka di tubuh bagian depan. Polisi mengamankan dua pelaku yang terdiri dari satu perempuan dan satu laki-laki.

Istri Sindir Insiden Wiranto, Sersan Dua J Dihukum



Sumber: BeritaSatu.com