KPK dan Kejagung Berkolaborasi Latih Penegak Hukum Soal Penanganan Korupsi

KPK dan Kejagung Berkolaborasi Latih Penegak Hukum Soal Penanganan Korupsi
Ilustrasi KPK ( Foto: BeritaSatu Photo / Uthan A Rachim )
Fana Suparman / YS Selasa, 15 Oktober 2019 | 22:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Badan Diklat Kejaksaan Agung dan USAID CEGAH menyelenggarakan kegiatan pelatihan tindak pidana korupsi oleh International Centre for Asset Recovery (ICAR), Basel Institute on Governance.

Pelatihan yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2019 di Gedung ACLC KPK ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antara KPK dan Kejaksaan Agung dalam meningkatkan kualitas aparat penegak hukum, khususnya dalam penanganan tindak pidana korupsi.

"Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta dari beberapa mitra pemerintah USAID CEGAH, antara lain penyidik dan penuntut umum dari Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung; penyidik dan penuntut umum dari KPK; hakim dari Pengadilan Negeri atau Pengadilan Tipikor, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung; serta para pejabat terkait dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia," kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (15/10/2019).

Dikatakan, peserta pada pelatihan kali ini juga merupakan peserta tingkat lanjutan, yaitu mereka yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya pada Juni hingga Agustus 2019. Melalui pelatihan gabungan antara para penegak hukum ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi di antara penegak hukum dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Selain itu, pelatihan juga diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan dan kapasitas aparat penegak hukum dalam menangani perkara tindak pidana korupai yang kompleks sifatnya.

"Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang penyelidikan perkara korupsi," papar Febri.

Metode pelatihan dilakukan antara lain dengan mengulas topik-topik khusus yang dilengkapi dengan simulasi kasus yang menggambarkan isu aktual dan terkini dari kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Program pelatihan meliputi tiga topik yang diberikan oleh Basel Institute, yakni investigasi keuangan dan pemulihan aset (FI/AR), yang merupakan intisari dari program pelatihan pendahuluan ICAR berupa latihan praktis yang ekstensif dan hands-on di mana peserta menjalankan simulasi investigasi khusus untuk negaranya.

Topik lainnya, korupsi pada proyek dan pengadaan infrastruktur yang merupakan program pelatihan ICAR yang berfokus pada berbagai skema korupsi dan penipuan yang sering terjadi dalam pekerjaan kontrak dan pengadaan barang dan jasa, seperti penyuapan, kolusi, persekongkolan tender, suap berupa komisi (kickback), dan kepentingan keuangan yang tidak terungkap dalam pemberian kontrak.

"Ketiga, struktur luar negeri dan bantuan timbal balik, yaitu program pelatihan ICAR yang berfokus pada berbagai topik yang berhubungan dengan cara yang digunakan oleh pelaku pidana untuk berupaya menyembunyikan hasil ilegal," kata Febri.

Sebelumnya, pelatihan serupa yang merupakan pelatihan tingat dasar telah dilaksanakan sebanyak empat angkatan di tahun ini yaitu pada 24-28 Juni, 1-5 Juli, 5-9 Agustus, dan 12-16 Agustus. Pelatihan berikutnya akan dilaksanakan pada 21-25 Oktober 2019.

Dikatakan Febri, semakin canggih modus tindak pidana korupsi dan meluasnya ruang lingkup kejahatan hingga melampaui yurisdiksi sebuah negara, membutuhkan penegak hukum yang handal dan sinergi yang erat di antara lembaga penegak hukum.

"ICAR, Basel Institute on Governance adalah pusat pelatihan internasional di bidang investigasi keuangan yang telah melatih aparat penegak hukum selama 10 tahun di berbagai negara, termasuk Indonesia. Program USAID CEGAH sendiri sebelumnya telah melakukan pelatihan bersama dengan Basel Institute on Governance untuk melatih personel KPK, OJK, PPATK, BPK, dan Satgassus P3TPK Jampidsus Kejaksaan Agung," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan