Perantara Suap Bowo Sidik Dituntut 4 Tahun Penjara

Perantara Suap Bowo Sidik Dituntut 4 Tahun Penjara
Ilustrasi pengadilan (Foto: Istimewa)
Fana Suparman / YUD Rabu, 16 Oktober 2019 | 18:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 4 tahun pidana penjada dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan terhadap Direktur PT Inersia Ampak Engineering M. Indung Andriani. Jaksa meyakini Indung terbukti menerima suap bersama-sama dengan mantan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.

"Menuntut agar majelis hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun pidana dan denda Rp 200 juta subsidair 1 bulan kurungan," kata Jaksa Dian Hamisesa saat membacakan surat tuntutan Indung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Jaksa meyakini Indung menjadi perantara suap yang diterima Bowo dari Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono dan Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti. Indung disebut menerima uang sebesar USD 128.733 dan Rp 311 juta secara bertahap yang diperuntukkan untuk Bowo. Uang yang diterimanya dari Taufik dan Asty itu selalu dilaporkan Indung kepada Bowo. Suap ini diberikan lantaran Bowo membantu PT HTK mendapatkan kontrak kerjasama pengerjaan pengangkutan dan atau sewa kapal dengan PT PILOG.

"Menerima pemberian uang sebesar USD 128.733 dan Rp 311.022.932," kata Jaksa.

Dipaparkan Jaksa, Indung mengenal Bowo sejak 2003. Indung sempat menjadi staf keuangan di PT Inersia Ampak Engineer milik Bowo. Setelah Bowo menjadi anggota DPR, Indung diangkat jadi Direktur Keuangan PT Inersia Ampak Engineer. Sedangkan Bowo menjadi komisaris utama di perusahaan tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan