Diuji Coba, Kerusakan Bom Rakitan Oknum Dosen IPB Cukup Parah

Diuji Coba, Kerusakan Bom Rakitan Oknum Dosen IPB Cukup Parah
Barang bukti bom rakitan kelompok oknum dosen IPB. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 18 Oktober 2019 | 17:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Laboratorium Forensik Polri, telah melakukan uji coba terkait barang bukti bom rakitan buatan kelompok oknum dosen IPB berinisial AB. Hasil ledakannya cukup kuat sehingga bisa melukai orang di sekitarnya.

Kaur Bahan Peledak Puslabfor Mabes Polri Kompol Heri Yandi mengatakan, Puslabfor Mabes Polri sudah melakukan pemeriksaan terhadap 28 bom rakitan yang disita dari kelompok ini.

"Ada 28 buah bom rakitan, kita katakan bom rakitan karena komponen-komponennya sudah lengkap ada bahan peledak, ada kontainernya atau wadahnya, kemudian ada penyulutnya untuk meledakannya," ujar Yandi, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019).

Dikatakan Yandi, para tersangka menggunakan botol bekas minuman energi sebagai wadah. Kemudian, dimasukkan serbuk korek api, deterjen yang sudah dicampur bahan bakar, dan bahan lainnya.

Baca Juga: Kasus Dosen IPB, Polri: Itu Bom, Bukan Molotov

"Kemudian, di lapisan paling bawah uniknya ada merica. Merica itu sifatnya pedas, dengan harapan setelah ledakan ada api, asapnya bisa mengenai mata orang di sekitar ledakan. Kemudian ada paku, ini dililit di luar wadah botol dengan lakban. Pakunya cukup banyak. Kalau ini meledak bisa mengenai dan melukai orang di sekitar kejadian," ungkapnya.

Yandi menyampaikan, Puslabfor sudah melakukan uji coba terkait barang bukti bom rakitan itu dengan sasaran manekin -patung berbentuk orang-, di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Hasil ledakannya cukup kuat.

"Kita sudah lakukan uji coba ledakan di Brimob, itu kerusakannya lumayan cukup kuat. Kita uji coba dengan manekin, itu bisa melukai orang yang ada di TKP. Kemudian bisa membakar, paku-paku ini bisa berterbangan, bisa sampai jarak 30 meter. Bom rakitan lumayan canggih, sudah profesional," katanya.

Baca JugaDosen IPB yang Ditangkap Diduga Terkait Kelompok Radikal

Menurut Yandi, penggunaan paku di bom rakitan itu menyerupai dengan bom yang dibuat jaringan teroris. "Kalau menggunakan pakunya iya, ada sebagian kelompok teroris yang menggunakan paku," tandasnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya membekuk 21 tersangka terkait rencana membuat kericuhan dengan menggunakan bom molotov dan bom rakitan.

Tujuh bom molotov telah digunakan pada aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, tanggal 24 September 2019 lalu.

Sementara, 28 bom rakitan telah dibuat tersangka untuk digunakan mendompleng aksi unjuk rasa "Aksi Mujahid 212", tanggal 28 September lalu. Rencananya, para pelaku akan meledakan bom rakitan itu, di sembilan titik pusat bisnis di Jakarta. Beruntung, polisi berhasil membekuk para pelaku sebelum menjalankan aksinya, tanggal 27 September malam.



Sumber: BeritaSatu.com