Ini Motif Kelompok Oknum Dosen IPB Siapkan Bom Rakitan

Ini Motif Kelompok Oknum Dosen IPB Siapkan Bom Rakitan
Barang bukti bom rakitan kelompok oknum dosen IPB. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Sabtu, 19 Oktober 2019 | 15:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi mengungkap latar belakang kelompok dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith alias AB, yang merancang aksi peledakan bom molotov dan bom rakitan dengan menunggangi kegiatan unjuk rasa, di Jakarta. Motifnya, membuat chaos situasi sehingga mengganggu atau berpengaruh kepada pelantikan anggota DPR/MPR dan pelantikan presiden-wakil presiden terpilih.

"Motif membuat chaos. Sehingga kegiatan konstitusional kita bisa terpengaruh, bisa berpengaruh kepada pelantikan anggota DPR/MPR, berpengaruh pada pelantikan presiden," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu (19/10/2019).

Dikatakan Argo, para tersangka telah merencanakan dan berbagi peran terkait kegiatan membuat kerusuhan dengan bom rakitan itu.

"Memang sudah terencana, semua sudah tertata, ada beberapa peran yang dilakukan, ada peran paling bawah di lapangan, pelaksana, peran merekrut, peran yang menyuruh. Tentunya ada yang mendanai," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menetapkan 21 orang sebagai tersangka kasus membuat kerusuhan menggunakan bom molotov dan bom rakitan, yang menunggangi aksi unjuk rasa, di Jakarta. 

Baca Juga: Kasus Bom Rakitan Oknum Dosen IPB, Polisi Tetapkan 21 Tersangka

Berdasarkan pemeriksaan, tersangka AB berperan menyuruh tersangka S alias Laode membuat bom rakitan dan menyimpannya di rumah. Sementara, tersangka S alias Laode berperan membantu merakit bahan peledak jenis bom molotov bersama tersangka lainnya, mempersiapkan massa, membuat skenario chaos atas perintah oknum pensiunan TNI berinisial SS ketika matahari tenggelam.

Kemudian, tersangka OS berperan sebagai koordinator eksekutor, penerima dana dari SS dan AB, dan merekrut eksekutor. Selanjutnya, tersangka SS merupakan koordinator pembuat bom dan eksekutor, memberikan dana operasional kepada eksekutor, dan menentukan target yang akan di bom.

Baca Juga: Pemerintah Berhentikan Sementara Dosen Abdul Basith Sebagai PNS

Sementara, tersangka LON, LOA, LOS, dan JRA merupakan pelaku pembuat bom molotov dan bom rakitan, di rumah AB. Kemudian, tersangka YF merupakan orang yang direkrut tersangka OK untuk menjadi koordinator empat eksekutor peledakan bom berinisial UM, J, T, dan M dengan menunggangi Aksi Mujahid 212, tanggal 28 September 2019.

Sedangkan, tersangka MS, ikut menghadiri rapat permufakatan jahat dan membantu perencanaan; tersangka JA menyiapkan demonstran dan menyusup ke dalam massa aksi dan melakukan provokasi; MM mengumpulkan massa demo dan bertemu dengan media untuk mengangkat berita; dan MNW selaku pengawas atau pemantau aksi.

Selanjutnya, Ef selaku pendana; ABH membantu Ef mentransfer uang pembuatan molotov; HLD menyiapkan bahan dan tempat pembuatan molotov, ARS, JKG, dan ADR membantu membuat molotov.



Sumber: BeritaSatu.com