KPK Pastikan Terus Usut Dugaan Korupsi Eks Dirut PJT II

KPK Pastikan Terus Usut Dugaan Korupsi Eks Dirut PJT II
Febri Diansyah. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / MPA Selasa, 22 Oktober 2019 | 19:52 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan jasa konsultan di Perum Jasa Tirta II (PJT II) tahun 2017 yang menjerat mantan Dirut PJT II, Djoko Saputro bakal terus berlanjut hingga dilimpahkan ke persidangan. Apalagi, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) telah menolak gugatan praperadilan yang diajukan Djoko atas langkah KPK yang menetapkannya sebagai tersangka.

"KPK memastikan proses penyidikan perkara TPK pengadaan pekerjaan jasa konsultansi di Perum Jasa Tirta II dengan tersangka DS (Djoko Saputro), Direktur Utama Perum Jasa Tirta tetap terus dilakukan dan segera melimpahkan ke penuntutan saat penyidikan selesai," kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (22/10/2019).

KPK mengapresiasi putusan PN Jaksel yang menolak gugatan praperadilan Djoko. Dalam putusannya, Hakim tunggal Akhmad Jaini menyatakan proses hukum yang dilakukan KPK telah berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"KPK menyampaikan terima kasih pada sejumlah penegasan hakim dalam praperadilan ini," kata Febri.

Dalam gugatan praperadilan bernomor 115/Pid.Prap/2019/PN.Jkt.Sel, Djoko melalui tim kuasa hukumnya menggugat KPK dengan sejumlah alasan yang pada pokoknya menyebut proses hukum yang dilakukan KPK tidak sah. Djoko beralasan penyelidikan dan penyidikan terhadapnya tidak sah karena telah dilakukan penyelidikan dengan kasus yang sama oleh Polres Purwakarta.

Selain itu, Djoko mengklaim penetapannya sebagai tersangka bertentangan dengan KUHAP, UU KPK dan SOP KPK. Untuk itu, Djoko menilai KPK sebagai pihak termohon tidak berwenang melakukan penyidikan perkaranya.

Dalam putusannya, Hakim Jaini menolak gugatan praperadilan Djoko dengan mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan tidak dapat membuktikan dalil permohonan peradilan oleh karena permohonan praperadilan tidak berlandaskan hukum.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Dirut PJT II Djoko Saputra dan seorang swasta bernama Andririni Yaktiningsasi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan jasa konsultan di Perum Jasa Tirta II tahun 2017.



Sumber: Suara Pembaruan