Tangkap 15 Pengedar, Polisi Sita Sabu-sabu 61 Kg

Tangkap 15 Pengedar, Polisi Sita Sabu-sabu 61 Kg
Konferensi pers dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terkait penangkapan 15 tersangka pengedar narkotika jenis sabu-sabu jaringan Batam-Lampung-Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 31 Oktober 2019 | 16:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menangkap 15 tersangka terkait peredaran narkotika jenis sabu-sabu jaringan Batam-Lampung-Jakarta. Sebanyak 61,3 kilogram sabu-sabu disita dari tangan para tersangka.

Para tersangka berinisial YA, JM, MH, MS, MD, RS, EM, TMI, MD, AF, ZZ, RR, AA, MN, dan MM ditangkap, di kawasan Beji, Depok; Sentul, Bogor; Batam; Pekanbaru hingga Lampung.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang diterima penyidik terkait peredaran narkotika. Kemudian, Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membentuk tim dan melakukan penyelidikan.

"Pada tanggal 19 September, tim melakukan penangkapan terhadap seseorang yang diduga membawa sabu-sabu, di daerah Beji, Depok. Di jalan kami menangkap tersangka YA, dia kedapatan membawa 5 kilogram sabu-sabu," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/10/2019).

Dikatakan Argo, penyidik kemudian melakukan interogasi kepada tersangka YA, untuk mengungkap jaringannya dan dilakukan pengembangan.

"Sekitar pukul 17.30 WIB, pada hari yang sama, di sebuah SPBU, di Cibinong, Kapubaten Bogor, anggota menangkap tersangka MS. Dari MS didapatkan barang bukti 3 kilogram sabu-sabu. Kemudian, kami mengembangkan ada satu rumah di daerah Sentul, kami mendapatkan barang bukti sekitar 29 kilogram sabu-sabu," ungkap Argo.

Sebulan berlalu, kata Argo, penyidik kembali menangkap dua orang tersangka berisinial EM dan MD dengan barang bukti sekitar 23 kilogram sabu-sabu, di Batam. Barang bukti itu disimpan di dalam sebuah kain bekas helm seberat 3,8 kilogram, boks plastik 15 kilogran dan bagasi motor 3,8 kilogram.

Tak berhenti, penyidik terus melakukan pengembangan. Pada tanggal 21 Oktober 2019, penyidik membentuk tiga tim dan bergerak bersama dengan tujuan agar para pelaku tidak melarikan diri di Batam, Pekanbaru dan Lampung.

"Di Batam kita tangkap dua orang inisial PM yang berperan membantu pengiriman barang ini ke Jakarta, dan ZZ ditangkap saat keluar di pintu Bandara Hang Nadim Batam. Kemudian, di Pekanbaru kami menangkap tiga orang J, AA, dan AF, perannya membawa paket narkotika jenis sabu," jelasnya.

Argo menambahkan, penyidik juga menangkap lima orang di Pintu Tol Terbanggi Besar, Lampung. Tersangka yang ditangkap berinisial MS, MH, MD, RS dan RR.

"Tersangka memasukan narkotika ini dalam sepatu. Total yang disita 2,6 kilogram. Ini sepatu baru, jadi diinjek," katanya.

Argo menuturkan, penyidik masih menelusuri siapa pemilik narkotika dan pengendali jaringan ini.

"Jadi ini pengedar semua, nanti kita kembangkan kembali siapa yang mengendalikan. Sedang kita cek. Ini yang mengedar, mengemas. Artinya pemilik barang ini sementara masih lidik. Barang asal Malaysia," tandasnya.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com