Pembebasan Sofyan Basir Tinggal Tunggu Proses Administrasi

Pembebasan Sofyan Basir Tinggal Tunggu Proses Administrasi
Mantan Dirut PLN Sofyan Basir berpelukan dengan sejumlah kerabat usai sidang putusan terhadap dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 4 November 2019. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Fana Suparman / RSAT Senin, 4 November 2019 | 16:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir saat ini sedang mengurus administrasi pembebasannya dari tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih KPK, Senin (4/11/2019). Sofyan divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta atas perkara dugaan pembantuan kesepakatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 (PLTU MT Riau-1).

Soesilo Aribowo, kuasa hukum Sofyan Basir mengatakan, petikan putusan resmi dari Pengadilan Tipikor Jakarta juga sudah diterima oleh pihak kuasa hukum maupun jaksa penuntut KPK. Untuk itu, saat ini pembebasan kliennya dari Rutan KPK tinggal menunggu proses administrasi.

"Kemudian akan ada jaksa eksekutor di situ, untuk mengeksekusi putusan dari majelis itu. Sekarang lagi proses administrasi," kata Soesilo di Rutan belakang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Soesilo mengatakan kliennya saat ingin segera pulang ke rumah. Pihak keluarga katanya sudah menanti kebebasan Sofyan.
"Iya istri dan keluarga (sudah datang), sudah menanti. Dia (Sofyan Basir, red) ingin segera kembali ke rumah, istirahat dulu," kata Soesilo.

Berdasar pantauan, sejumlah tim kuasa hukum Sofyan telah menunggu di depan Rutan KPK. Istri dan keluarga juga terlihat menunggu Sofyan yang akan segera menghirup udara bebas.

Atas putusan bebas Sofyan Basir, KPK saat ini sedang menyusun strategi. Salah satunya dengan mempertimbangkan mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung.

Menanggapi hal ini, Soesilo menyatakan kesiapan pihaknya menghadapi langkah hukum KPK. Apalagi, kata Soesilo, dalam proses Kasasi tidak lagi berbicara mengenai fakta hukum, melainkan hanya penerapan hukumnya.

"Kalau bebas murni kasasi. Kita siap saja. Kan kasasi itu bukan soal fakta lagi yang dipersoalkan tapi penerapan hukumnya," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan