Sofyan Basir Bebas dari Rutan KPK

Sofyan Basir Bebas dari Rutan KPK
Mantan Dirut PLN Sofyan Basir berpelukan dengan sejumlah kerabat usai sidang putusan terhadap dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 4 November 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / YUD Senin, 4 November 2019 | 18:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir dibebaskan dari Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (4/11/2019). Sofyan menghirup udara bebas setelah divonis bebas oleh Majelis Pengadilan Tipikor Jakarta atas perkara dugaan telah memberikan bantuan terkait suap kesepakatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 (PLTU MT Riau-1).

Berdasarkan pantauan, Sofyan keluar dari Rutan di belakang Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 17.52 WIB. Mengenakan kemeja biru muda, Soesilo tampak didampingi sejumlah kuasa hukum, yang dipimpin Soesilo Aribowo serta jaksa penuntut KPK.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak ya," kata Sofyan Basir.

Setelah bebas dari tahanan KPK, Sofyan mengaku ingin segera kembali ke rumahnya dan berkumpul bersama keluarganya.

"Enggak kemana-mana, pulang ke rumah. Mau pulang ke rumah," katanya.

Sofyan kemudian masuk ke mobil Toyota Alphard B 786 MSA yang telah menunggunya di depan Rutan. Saat disinggung adantya kemungkinan kembali menjabat Dirut PT PLN, Sofyan mengaku ingin istirahat.

"Enggak lah, ingin istirahat dulu," kata Sofyan singkat.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis bebas mantan Dirut PT PLN Sofyan Basir atas perkara dugaan pembantuan kesepakatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 (PLTU MT Riau-1). Majelis Hakim menyatakan Sofyan Basir tidak terbukti memenuhi unsur perbantuan dengan memberi kesempatan, sarana dan keterangan kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo dalam mendapatkan keinginan mereka mempercepat proses kesepakatan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau 1.

Atas putusan tersebut, Majelis Hakim memerintahkan Sofyan Basir dikeluarkan dari tahanan KPK. Majelis Hakim juga memerintahkan untuk memulihkan hak-hak Sofyan dalam kemampuan, harkat serta martabatnya. Majelis Hakim pun memerintahkan Jaksa Penuntut KPK untuk membuka blokir rekening atas nama Sofyan Basir dan keluarga atau pihak lain yang terkait dengan perkara ini. Majelis Hakim pun menetapkan barang bukti yang disita dari Sofyan untuk dikembalikan.



Sumber: Suara Pembaruan