Bebas, Sofyan Basir Belum Pikirkan Kembali ke PLN

Bebas, Sofyan Basir Belum Pikirkan Kembali ke PLN
Sofyan Basir (tengah) berbaju biru usai bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) belakang Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin 4 November 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Fana Suparman )
Fana Suparman / YUD Senin, 4 November 2019 | 18:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir resmi bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) belakang Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (4/11/2019). Sofyan divonis bebas oleh Majelis Hakim Tipikor Jakarta atas perkara dugaan pembatuan terkait suap kesepakatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 (PLTU MT Riau-1).

Meski telah menghirup udara bebas, Sofyan mengaku tak tertarik untuk kembali ke PLN dan menjadi pimpinan di perusahaan pelat merah tersebut. Sofyan mengaku saat ini hanya ingin beristirahat setelah proses hukum yang dijalaninya selama ini.
"Enggak lah. Istirahat dulu," kata Sofyan di depan Rutan KPK, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Sofyan mengaku bersyukur atas putusan bebas Majelis Hakim. Setelah berbulan-bulan menjalani proses hukum, Sofyan mengaku ingin segera pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya.

"Enggak ke mana-mana, pulang ke rumah. Mau pulang ke rumah," katanya.

Berdasarkan pantauan, Sofyan keluar dari Rutan di belakang Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 17.52 WIB. Mengenakan kemeja biru muda, Soesilo tampak didampingi sejumlah kuasa hukum, yang dipimpin Soesilo Aribowo serta jaksa penuntut KPK.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak ya," ucapnya.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis bebas mantan Dirut PT PLN Sofyan Basir atas perkara dugaan pembantuan kesepakatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 (PLTU MT Riau-1).

Majelis Hakim menyatakan Sofyan Basir tidak terbukti memenuhi unsur perbantuan dengan memberi kesempatan, sarana dan keterangan kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo dalam mendapatkan keinginan mereka mempercepat proses kesepakatan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau 1.

Atas putusan tersebut, Majelis Hakim memerintahkan Sofyan Basir dikeluarkan dari tahanan KPK. Majelis Hakim juga memerintahkan untuk memulihkan hak-hak Sofyan dalam kemampuan, harkat serta martabatnya. Majelis Hakim pun memerintahkan Jaksa Penuntut KPK untuk membuka blokir rekening atas nama Sofyan Basir dan keluarga atau pihak lain yang terkait dengan perkara ini. Majelis Hakim pun menetapkan barang bukti yang disita dari Sofyan untuk dikembalikan.



Sumber: Suara Pembaruan