Pemerintah Hormati Putusan Bebas Sofyan Basir

Pemerintah Hormati Putusan Bebas Sofyan Basir
Mantan Dirut PLN Sofyan Basir mengikuti sidang dengan agenda putusan terhadap dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 4 November 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / YUD Selasa, 5 November 2019 | 15:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menghormati putusan bebas terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Sofyan Basir. Diketahui, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, membebaskan Sofyan atas dakwaan terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

“Kita menghormati putusan dari pengadilan tingkat pertama,” ungkap Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Di sisi lain, menurut Fadjroel, pemerintah pun menghormati apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya hukum atas bebasnya Sofyan. “Kalau KPK nanti akan maju ke kasasi segala macam akan kita hormati,” ujar Juru Bicara Presiden tersebut.

Pada intinya, Fadjroel menegaskan, pemerintah menghormati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk setiap proses hukum.

Sekadar diketahui, Sofyan dinyatakan tidak terbukti memfasilitasi pemberian suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo kepada mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Sofyan bersyukur setelah mendengarkan vonisnya. “Saya bersyukur Allah kasih terbaik, bebas. Kita bisa bebas di luar, berbuat terbaik untuk masyarakat. Sekali lagi saya bersyukur kepada Allah, kepada pemerintah, dan semua pihak yang membantu proses ini sehingga bebas,” ujar Sofyan.



Sumber: Suara Pembaruan