Jokowi: Tangkap Pembuat Desa Fiktif

Jokowi: Tangkap Pembuat Desa Fiktif
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Rabu, 6 November 2019 | 17:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan aparat keamanan untuk memburu dan menangkap pelaku pembuat desa-desa fiktif.

Desa fiktif diduga sengaja dibuat agar bisa menerima kucuran dana desa dari pemerintah.

"Tetap kita kejar agar yang namanya desa-desa yang diduga fiktif, ketemu (pelakunya), tangkap," kata Presiden Jokowi, di JIExpo, Kemayoran Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Jokowi membeberkan ada ratusan kecamatan dan puluhan ribu desa di Indonesia yang perlu dikelola dengan baik guna menghindari penyalahgunaan anggaran negara.

"Manajemen mengelola desa sebanyak itu tidak mudah. Tetapi kalau informasi benar ada desa siluman itu, misalnya dipakai plangnya saja, tapi desanya nggak bisa saja terjadi karena dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, sebuah pengelolaan yang tidak mudah," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap adanya desa fiktif penerima dana desa di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Tiga desa yang diduga fiktif itu adalah Desa Ulu Meraka Kecamatan Lambuya, Desa Ueapi Kecamatan Uepai, dan Desa Morehe Kecamatan Uepai.

"Kami mendengar ada transfer yang ajaib dari APBN dan muncul desa-desa baru yang tidak berpenghuni, karena melihat jumlah dana yang ditransfer setiap tahunnya," ujar Sri Mulyani di gedung DPR RI, Senin (4/11/2019).

Program Dana Desa sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2015. Sejak saat itu hingga 2019, pemerintah mengklaim telah menggelontorkan Dana Desa sebesar Rp257 triliun.



Sumber: BeritaSatu TV