Novel Baswedan Dilaporkan Soal Dugaan Rekayasa Penyiraman Air Keras

Novel Baswedan Dilaporkan Soal Dugaan Rekayasa Penyiraman Air Keras
Novel Baswedan. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 6 November 2019 | 20:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung, melaporkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, terkait dugaan rekayasa penyiraman air keras, ke Mapolda Metro Jaya.

"Saya melaporkan Novel Baswedan, penyidik KPK, terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras," ujar Dewi, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/11/2019).

Laporan Dewi tercatat dengan nomor: LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, terkait penyebaran berita bohong melalui media elektronik yang diatur dalam Pasal 26 ayat (2) junto Pasal 45 A Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dewi mengatakan, dirinya melihat ada hal yang janggal terkait peristiwa penyiraman Novel. Sehingga, sebagai masyarakat dirinya berhak tahu faktanya seperti apa.

"Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV dia, dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitu kan. Saya sebagai masyarakat, saya berhak tahu fakta kebenaran itu buta beneran apa rekayasa. Apalagi dia didanai oleh negara," ungkapnya.

Dewi menilai, kalau penyiraman air keras, seharusnya kulit Novel juga mengalami kerusakan.

"Pertama dia bilang penyiraman air keras, tapi kulitnya mulus dan bagus. Sedangkan kelopak mata ini sensitif. Kita kesiram air panas saja, itu akan cacat apalagi air keras. Terlalu banyak hal ganjil dari rekaman CCTV pun banyak yang ganjil. Makanya saya mau cari fakta kebenaran, makanya saya laporkan ini supaya penyidik polisi menelusuri laporan itu," katanya.

Dewi menambahkan, apabila orang yang kesakitan akibat tersiram air panas reaksinya tidak berdiri, tapi akan jatuh terguling-guling.

"Itu yang saya pelajari, dan tidak ada di situ reaksi dia membawa air untuk disiramkan. Pertolongan pertama air, karena untuk menetralkan kembali air keras itu di wajah agar nggak terjadi kerusakan yang lebih fatal lagi pada kulit. Tapi faktanya kulit Novel kan nggak apa-apa, hanya matanya. Kenapa hanya matanya, sedangkan kelopaknya tidak," jelasnya.

Dewi menegaskan, landasan membuat laporan ini agar kebenaran dan fakta terungkap, sehingga masyarakat tahu.

"Saya ingin kebenaran saja. Saya ingin buka fakta kebenaran. Sebagai masyarakat saya mau buka fakta kebenaran, dan ini semua demi kebaikan rakyat," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com